Komisi V DPR Minta Pendalaman Rentetan Kecelakaan Kapal
Komisi V DPR meminta pendalaman menyeluruh atas rentetan kecelakaan kapal yang terjadi beberapa bulan terakhir. Permintaan itu disampaikan oleh anggota Komisi V, Mori Hanafi, dalam wawancara pada Rabu, 16 September 2026. Tujuannya untuk menemukan akar penyebab dan memperkuat langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.
Masalah utama yang diidentifikasi
Mori menyebut beberapa persoalan berulang perlu mendapat perhatian, mulai dari usia kapal sampai kejelasan manifest penumpang dan barang. Ia mengatakan masukan dari lembaga terkait sudah diterima, termasuk laporan cuaca yang dinyatakan normal saat pelayaran berlangsung.
Menurutnya, rangkaian masalah ini harus dianalisis bersama agar rekomendasi keselamatan bisa diterapkan secara konsisten oleh regulator dan operator.
Usia kapal dan kondisi teknis
Mori menyoroti bahwa sebagian kapal yang mengalami kecelakaan memiliki usia di atas 35 tahun. Ia meminta pemeriksaan teknis lebih mendalam untuk menilai kelayakan struktur dan komponen kapal tua.
Kita sudah wanti-wanti terus, tetapi kejadian terus, jadi sulit kita tidak mengaitkan kecelakaan dengan usia kapal tersebut
Namun ia juga menekankan usia tidak otomatis menjadi penyebab tunggal. Perawatan dan kelaikan komponen secara menyeluruh tetap menentukan keselamatan.
Ia menyarankan pemeriksaan struktur, sistem, dan histori perawatan agar dapat diketahui apakah beberapa komponen bisa direstorasi atau perlu diganti.
Kasus kapal baru dan pemeriksaan menyeluruh
Mori memberi contoh kapal baru KM Virgo yang baru tiba dari Jepang dan belum lama beroperasi sebelum mengalami insiden. Fakta ini menurutnya menegaskan perlunya evaluasi teknis menyeluruh, bukan semata menilai riwayat perawatan.
Kita tidak pernah tahu, dengan usia yang begitu lama, mungkin ada komponen yang tidak bisa direstorasi
Manifest penumpang dan pengawasan muatan
Selain aspek teknis, Mori menekankan pentingnya kejelasan manifest penumpang dan muatan. Ia meminta pengawasan ketat sebelum keberangkatan agar data penumpang, muatan, dan kondisi kapal tercatat dengan akurat.
- Pencatatan manifest penumpang yang lengkap
- Pemeriksaan muatan dan deklarasi barang bawaan
- Verifikasi dokumen pelayaran dan sertifikat kelayakan
Dampak dan tindak lanjut
Pendalaman diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk regulator dan operator kapal. Langkah ini penting agar masukan keselamatan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi diimplementasikan secara berkelanjutan.
Komisi V akan mendorong audit teknis dan administratif, serta pembaruan standar keselamatan bila diperlukan. Evaluasi tersebut juga dimaksudkan untuk memperkuat pengawasan sebelum setiap keberangkatan guna menekan risiko kecelakaan di masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Satgas Pangan Dalami Dugaan Pelanggaran 25 Merek Beras Fortifikasi
Satgas Pangan Polri dalami dugaan pelanggaran 25 merek beras fortifikasi; pembuktian dilakukan dengan uji la...
Wamendikdasmen: WorldSkills Shanghai Cerminkan Kebutuhan Vokasi RI
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menyebut WorldSkills Shanghai 2026 sebagai tolok ukur kebutuhan keterampila...
Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi yang Tak Sesuai Label
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi karena kandungan gizi tidak sesuai label; izin dicabut dan pro...
DPR Dorong RUU Reforma Agraria Selesaikan Sengketa Pertanahan
DPR mendorong RUU Reforma Agraria untuk menyelesaikan sengketa pertanahan struktural dan memperbaiki regulas...
Pansus DPR Dorong RUU Reforma Agraria Atasi Ketimpangan Lahan
Pansus DPR mendorong RUU Reforma Agraria untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan lahan lewat integrasi data...
Wamenkomdigi Apresiasi Teknologi Digital di Tambak Maros
Wamenkomdigi Nezar Patria memuji inovasi digital warga Maros yang memonitor tambak untuk kemandirian pangan...