Wamenkomdigi Apresiasi Teknologi Digital di Tambak Maros
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, memberi apresiasi pada inovasi pemanfaatan teknologi digital oleh warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Rural ICT Camp 2026 di Unit Instalasi Tambak Silvofishery Marannu, Maros, dan dikutip secara resmi pada Selasa, 15 September 2026.
Inovasi digital di tambak Silvofishery
Warga Maros memanfaatkan perangkat digital untuk memantau kondisi tambak. Data seperti kadar garam dan suhu tercatat secara berkala dan disimpan sebagai big data. Data ini dipakai untuk membuat proyeksi dan pengambilan keputusan bertani yang lebih tepat.
Langkah ini merupakan contoh penggunaan internet komunitas yang aplikatif. Teknologi sederhana tersebut membantu kelompok perikanan budidaya mengelola produksi dan merespons perubahan lingkungan.
"Kita menyaksikan bagaimana warga menggunakan teknologi digital untuk mengukur kadar garam, suhu, lalu mencatatnya sebagai 'big data', dan membuat proyeksi ke depan. Ini adalah langkah penting kemandirian warga dalam menghadapi perubahan iklim," ujar Nezar Patria.
Ukuran keberhasilan: bukan sekadar perangkat
Nezar menekankan bahwa tolok ukur sukses transformasi digital bukan jumlah aplikasi atau perangkat. Menurutnya, yang paling penting adalah dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat setempat.
Dengan kata lain, teknologi dinilai berhasil bila komunitas menjadi lebih berdaya, ekosistem terjaga, dan mata pencaharian lebih tangguh.
"Ukuran keberhasilan kita bukan berapa banyak aplikasi yang dibuat atau berapa banyak perangkat yang dipasang. Ukurannya adalah apakah komunitas menjadi lebih berdaya, ekosistem lebih terjaga, dan penghidupan masyarakat menjadi lebih tangguh," kata Wamenkomdigi.
Dampak terhadap ketahanan iklim dan pangan
Pemanfaatan data lingkungan memberi kelompok budidaya kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim. Catatan suhu dan salinitas mempermudah prediksi risiko panen dan menentukan strategi mitigasi.
Selain efisiensi produksi, inisiatif ini berpotensi memperkuat kemandirian pangan lokal. Data berbasis komunitas memberi dasar bagi kebijakan skala mikro yang sesuai kondisi lapangan.
Komitmen pemerintah dan prospek pengembangan
Wamenkomdigi menegaskan pemerintah akan terus mendukung inisiatif komunitas untuk memperluas jaringan telekomunikasi ke wilayah non-komersial. Dukungan ini penting agar model yang berhasil di Maros dapat direplikasi di daerah pesisir lain.
Ke depan, integrasi data tambak dengan layanan teknis dan kelembagaan lokal akan menentukan seberapa jauh teknologi meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya.
Inovasi berbasis komunitas di Maros memberi gambaran nyata bahwa teknologi sederhana dan data lokal dapat meningkatkan ketahanan iklim serta kemandirian pangan masyarakat pesisir.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...