Kemenko PMK dan Astra Perkuat Kesiapsiagaan Dunia Usaha
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Astra International membuka Indonesia Rescue Summit 2026 untuk memperkuat kesiapsiagaan dunia usaha menghadapi bencana. Acara dibuka di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada Selasa, 15 September 2026, dan digelar hingga 29 Oktober. Tujuan utama adalah meningkatkan kapasitas perusahaan agar respons terhadap bencana lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif.
Peran dan urgensi keterlibatan dunia usaha
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, menegaskan pentingnya peran sektor swasta. Ia menyatakan dunia usaha bukan hanya pihak yang dilindungi, tetapi juga mitra strategis dalam penanggulangan bencana nasional.
"Sektor swasta bukan hanya objek yang harus dilindungi saat bencana, tetapi juga subjek dan mitra strategis bangsa Indonesia. Kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat ketangguhan nasional serta memastikan respons bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan efektif,"
Sumber daya dunia usaha yang dapat dimobilisasi
Lilik menyebut perusahaan memiliki berbagai sumber daya yang mendukung respons bencana. Potensi ini penting diintegrasikan dengan sistem pemerintah untuk meningkatkan kapasitas nasional.
- Teknologi
- Jaringan
- Tenaga ahli
- Infrastruktur
Pelaksanaan IRS–PSRM 2026
Event IRS–PSRM 2026 menitikberatkan pada kompetisi dan uji kesiapsiagaan. Lilik menyampaikan bahwa acara ini melibatkan 119 tim dari 29 perusahaan, yang mengikuti tujuh kategori kompetisi kedaruratan untuk menguji kemampuan teknis dan ketanggapan.
"IRS–PSRM 2026 berlangsung hingga 29 Oktober dengan melibatkan 119 tim dari 29 perusahaan. Peserta mengikuti tujuh kategori kompetisi kedaruratan untuk menguji kemampuan teknis, kesiapsiagaan, dan ketanggapan menghadapi bencana,"
Standar kesiapsiagaan perusahaan
Lilik menekankan pentingnya keberadaan Emergency Response Team (ERT) di setiap perusahaan. Tim ini harus memiliki kemampuan teknis dan kemampuan berkolaborasi dengan pemerintah serta relawan di lapangan.
"Dalam keadaan darurat, kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan satu sistem dan koordinasi yang terpadu. Tujuannya jelas, menyelamatkan jiwa dan mengurangi dampak bencana secara cepat, tepat, serta terkoordinasi,"
Harapan dan tindak lanjut
Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini diharapkan menghasilkan praktik baik yang dapat diadopsi di tiap perusahaan. Lilik menegaskan bahwa tujuan akhir adalah peningkatan kapasitas nyata ketika bencana benar-benar terjadi, bukan sekadar meraih juara kompetisi.
Upaya kolaboratif ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta aktivitas vulkanik di berbagai wilayah Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DJKI Sesuaikan Pemeriksaan Paten Terkait Putusan MK
DJKI menyesuaikan pemeriksaan dan banding paten pasca putusan MK pada 15 September 2026 untuk memperkuat kep...
Pemerintah Perbaiki Data Sosial dengan DTSEN, 4,33 Juta KPM
Pemerintah perbarui DTSEN untuk perbaiki penyaluran bansos; 4,33 juta KPM baru tercatat dan warga yang sebel...
Kementan Pastikan Stok Beras Aman untuk 10 Bulan
Kementan memastikan stok beras nasional aman untuk 10 bulan, didukung standing crop, cadangan rumah tangga-h...
Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi DPRD DKI untuk Perkuat Koordinasi
Kapolda Metro Jaya dan pimpinan DPRD DKI bertemu 15 Sept 2026 untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam...
Semeru Level 3 Siaga, BPBD Lumajang Siagakan Petugas 24 Jam
Gunung Semeru erupsi 15 Sept; status tetap Level 3 Siaga. BPBD Lumajang siagakan petugas, siapkan pengungsia...
DWP Kaltim Sosialisasikan AD/ART untuk Samakan Persepsi Pengurus
DWP Kaltim menggelar sosialisasi AD/ART daring pada 15 September 2026 untuk menyamakan pemahaman pengurus da...