Nasional

Kementan Pastikan Stok Beras Aman untuk 10 Bulan

Bagikan:
Ilustrasi stok beras dan gudang Bulog untuk ketahanan pangan

Kementerian Pertanian memastikan stok beras nasional aman mencukupi kebutuhan masyarakat selama 10 bulan ke depan. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta, Selasa, 15 September 2026, saat paparan kondisi stok pangan nasional.

Rincian ketersediaan beras

Pasokan beras yang menjamin kebutuhan nasional berasal dari beberapa sumber. Total ketersediaan didukung standing crop, cadangan rumah tangga dan sektor horeca, serta stok Perum Bulog.

  • Standing crop: luas panen sekitar 3,8 juta hektare, setara kira-kira 10 juta ton beras.
  • Cadangan rumah tangga dan horeca: diperkirakan mencapai 10 juta ton.
  • Stok Perum Bulog: tercatat sekitar 4,6 juta ton.

Jumlah tersebut memberikan bantalan stok yang kuat untuk menjaga ketersediaan beras nasional meski beberapa daerah menghadapi musim kering.

Pernyataan pejabat Kementan

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, menegaskan pemerintah optimistis terhadap kecukupan pasokan.

"Untuk 10 bulan ke depan, stok beras kita masih cukup dan aman menghadapi kondisi kekeringan sekarang. Ketersediaan tersebut menjadi jaminan bahwa kebutuhan beras masyarakat tetap tercukupi."

Heru juga menjelaskan bahwa kecukupan pangan tidak hanya berlaku untuk beras. Pemerintah memastikan kebutuhan pokok lainnya juga berada dalam kondisi aman hingga akhir tahun.

Dampak kekeringan dan respons pemerintah

Meski beberapa wilayah mengalami kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan, pemerintah menilai langkah mitigasi dan stok yang ada cukup menahan risiko gangguan pasokan. Kondisi itu membuat otoritas tetap memantau wilayah rawan secara intensif.

Penguatan infrastruktur pertanian

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut langkah teknis diarahkan untuk menjaga produksi saat menghadapi ancaman El Nino. Program difokuskan pada pengelolaan air dan optimasi lahan.

"Program tersebut mencakup pembangunan irigasi, embung, dan irigasi perpompaan di berbagai sentra produksi. Pemerintah juga menjalankan optimalisasi lahan sawah, rawa, serta program cetak sawah."

Infrastruktur air ditargetkan menjadi penopang produksi ketika curah hujan menurun. Pembangunan irigasi serta embung diharapkan meningkatkan ketahanan pangan jangka pendek dan menengah.

Kesimpulan dan prospek

Dengan kombinasi standing crop, cadangan rumah tangga-horeca, dan stok Bulog, Kementan menilai stok beras nasional cukup hingga 10 bulan mendatang. Pemantauan berkelanjutan dan pembangunan infrastruktur menjadi kunci mengatasi tekanan akibat kekeringan dan menjaga stabilitas pasokan pada akhir tahun.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait