BPOM Dorong Ketahanan Kesehatan: Rakyat Sehat, Negara Kuat
Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan penguatan kesehatan masyarakat menjadi fondasi bagi ketahanan nasional. Pernyataan itu disampaikan saat Coffee Morning-Dialog Kebangsaan bertema Rakyat Sehat, Negara Kuat pada Jumat, 11 September 2026. Taruna menilai upaya kesehatan harus dilakukan menyeluruh melalui sinergi pemerintah, organisasi masyarakat, pakar, dan pelaku usaha.
BPOM dan perlindungan produk kesehatan
Taruna menegaskan peran lembaganya bukan hanya memberi izin edar. BPOM bertanggung jawab memastikan obat, obat berbahan alam, suplemen, kosmetik, dan produk pengawasan lain memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, dan mutu.
Prinsipnya sederhana, masyarakat berhak memperoleh produk yang aman dan bermutu, karena itu, tugas BPOM tidak berhenti pada pemberian izin edar. Tetapi juga mencakup pengawasan proses produksi, peredaran, serta produk yang sudah berada di pasar.
Dengan kata lain, pengawasan mencakup keseluruhan siklus produk, mulai dari bahan baku hingga distribusi ke konsumen. Hal ini penting untuk melindungi kesehatan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk kesehatan.
Pengembangan produk berbahan alam
Taruna menyoroti potensi kekayaan hayati Indonesia sebagai sumber inovasi produk kesehatan. Ia menyebut Indonesia memiliki sekitar 31.000 sumber daya hayati yang dapat dikembangkan menjadi obat atau produk kesehatan berbasis bahan alam.
Produk kesehatan berbasis bahan alam tidak cukup hanya dikenal secara turun-temurun, tetapi harus memiliki bahan baku yang jelas, diproduksi dengan baik. Memenuhi standar mutu, aman digunakan, dan memiliki bukti manfaat sesuai klaimnya.
Menurutnya, pengembangan produk berbahan alam harus berlandaskan kajian ilmiah, standar keamanan, dan bukti manfaat yang jelas. Selain itu, proses produksinya harus mengikuti prinsip produksi yang baik agar memenuhi ketentuan mutu sebelum dipasarkan.
Hilirisasi riset dan kolaborasi lintas sektor
Taruna mendorong hilirisasi hasil riset agar inovasi kesehatan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia memandang diperlukan platform yang mempertemukan peneliti dan pelaku usaha untuk mendorong produk riset menjadi komersial sesuai standar.
Negara yang kuat membutuhkan rakyat yang sehat, produktif, dan mampu berkontribusi, karena itu, upaya kesehatan tidak cukup hanya mengobati ketika seseorang sakit. Kita harus memperkuat promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan, dan pemulihan secara terpadu.
Dialog yang diselenggarakan Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) menjadi ruang bagi pemerintah dan pemangku kepentingan membahas strategi memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui kolaborasi yang lebih erat.
Implikasi bagi kebijakan dan masyarakat
Fokus pada promosi, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan secara terpadu menuntut kebijakan yang mendukung pengawasan produk, standar keamanan, dan akselerasi hilirisasi riset. Jika sinergi ini berjalan, diharapkan kualitas sumber daya manusia meningkat dan ketahanan nasional semakin kuat.
Penguatan peran BPOM dalam pengawasan dan pembinaan industri bahan alam akan menjadi kunci untuk memastikan inovasi kesehatan dapat berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Perbaiki Data Sosial dengan DTSEN, 4,33 Juta KPM
Pemerintah perbarui DTSEN untuk perbaiki penyaluran bansos; 4,33 juta KPM baru tercatat dan warga yang sebel...
Kementan Pastikan Stok Beras Aman untuk 10 Bulan
Kementan memastikan stok beras nasional aman untuk 10 bulan, didukung standing crop, cadangan rumah tangga-h...
Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi DPRD DKI untuk Perkuat Koordinasi
Kapolda Metro Jaya dan pimpinan DPRD DKI bertemu 15 Sept 2026 untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam...
Semeru Level 3 Siaga, BPBD Lumajang Siagakan Petugas 24 Jam
Gunung Semeru erupsi 15 Sept; status tetap Level 3 Siaga. BPBD Lumajang siagakan petugas, siapkan pengungsia...
DWP Kaltim Sosialisasikan AD/ART untuk Samakan Persepsi Pengurus
DWP Kaltim menggelar sosialisasi AD/ART daring pada 15 September 2026 untuk menyamakan pemahaman pengurus da...
DWP Kemendikdasmen Perkuat Tata Kelola dengan E-Reporting
DWP Kemendikdasmen sosialisasikan Sapta Program Prioritas dan E-Reporting pada 15 September 2026 untuk mempe...