Nasional

Pemerintah Pastikan Pasokan Beras Aman Meski Hadapi El Nino

Bagikan:
Ilustrasi stok beras di gudang Bulog dan lahan padi yang siap panen

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Langkah mitigasi kekeringan

Pemerintah menerapkan sejumlah upaya teknis untuk mencegah kekeringan merusak lahan sawah. Langkah yang disebutkan meliputi pembangunan embung, pompanisasi, dan perbaikan sistem irigasi.

Menurut Kementan, optimalisasi pemanfaatan sawah dan rawa juga dilakukan agar produksi padi tetap meningkat meski kondisi cuaca ekstrem.

"Pangan kita aman khususnya beras ditengah krisis pangan, energi dan air dibelahan dunia bahkan ada El Nino ekstrem Godzilla. Kita antisipasi atas arahan Presiden Prabowo Subianto,"

Stok dan produksi beras nasional

Mentan menyampaikan data kunci terkait stok dan produksi. Standing crop atau tanaman padi yang siap dipanen tercatat seluas sekitar 3,8 juta hektare.

  • Produksi padi dari standing crop: 10 juta ton
  • Stok sektor rumah tangga dan horeka (hotel, restoran, kafe): 10 juta ton
  • Stok di gudang Bulog: 5 juta ton

Dengan demikian total stok beras nasional diperkirakan mencapai 25-26 juta ton. Kebutuhan konsumsi nasional berada pada kisaran 2,5-2,6 juta ton per bulan.

"Kebutuhan (konsumsi) 2,5-2,6 juta ton per bulan. Artinya cukup beras kita untuk 10 bulan ke depan,"

Ekspor dan implikasi kebijakan

Di luar pemenuhan kebutuhan domestik, pemerintah mulai membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara. Bulog dijadwalkan menyalurkan pasokan ekspor, termasuk pengiriman ke Malaysia dan bantuan 10.000 ton untuk Palestina.

"Bukan saja aman tetapi kita ekspor ke Malaysia, beberapa negara lagi melalui Bulog akan ekspor dan ini sejarah baru untuk RI. Termasuk Palestina 10 ribu ton, ini satu kebanggan kita, itu perintah presiden,"

Langkah ekspor ini menjadi sinyal bahwa kebijakan mitigasi dan pengelolaan stok mendapat hasil positif. Namun pemerintah tetap memantau kondisi cuaca dan ketersediaan air untuk menjaga kesinambungan produksi.

Pemantauan lanjut akan menentukan kebijakan distribusi dan cadangan strategis ke depan, sehingga pasokan beras nasional tetap terjaga meski terjadi fluktuasi iklim.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait