PH Minta Penangguhan Penahanan Terdakwa Kasus BOS di Sunggal
MEDAN — Kuasa hukum tiga terdakwa kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2022-2024 di Madrasah Aliyah Swasta Farhan Syarif Hidayah, Kecamatan Sunggal, mengajukan permohonan penangguhan atau pengalihan penahanan. Permohonan disampaikan saat persidangan di Pengadilan Tipikor PN Medan, Jumat (3/7), dengan alasan masa penahanan telah mencapai 170 hari dan dinilai tidak manusiawi.
Permohonan penangguhan penahanan
Ketiga terdakwa adalah Hardriyatul Akbar (bendahara BOS), Rino Tasri, dan Bambang Ahmadi Karo-Karo (operator). Mereka ditahan sejak penyidikan hingga penuntutan oleh Cabang Kejaksaan Negeri Deli Serdang di Labuhan Deli.
Kuasa hukum mereka, Bambang Santoso, mengatakan telah memasukkan surat permohonan agar penahanan diubah menjadi tahanan kota atau ditangguhkan.
Alasan kuasa hukum: masa tahanan dan dugaan ketidakadilan
Bambang menyatakan masa penahanan selama 170 hari sudah mencapai batas "maksimal" dan tidak layak. Ia menilai kliennya menjadi korban proses hukum yang tidak adil dan berharap majelis hakim berbelas kasih.
"Kami miris ... karena sepanjang penyidikan dan penuntutan jaksa/penyidik itu melakukan penahanan terhadap mereka secara maksimal selama 170 hari. Itukan bukan waktu yang singkat, menurut kami tidak selayaknya dan tidak manusiawi,"
Ia meminta agar penahanan dialihkan karena keluarga terdakwa juga berharap hal tersebut.
Tudingan terhadap pemilik yayasan
Bambang menuduh pemilik Yayasan Farhan Syarif Hidayah, Mesini, sebagai pihak yang sebenarnya menikmati dana dugaan korupsi. Menurutnya, ketiga guru yang menjadi terdakwa itu tidak menerima atau menikmati uang hasil dugaan korupsi.
"Kami yakini bahwa ketiga orang guru ini tidak bersalah ... Kenapa? Karena sampai hari ini orang yang menikmati uang hasil korupsi dana BOS tersebut ... yaitu oknum yayasan bernama Mesini itu sampai sekarang tak ditahan,"
Kuasa hukum menyebut ada keganjilan karena Mesini sudah ditetapkan sebagai tersangka namun belum dilakukan penahanan.
Keberatan terhadap perhitungan kerugian negara
Bambang juga mempersoalkan perhitungan kerugian negara sebesar Rp268,2 juta yang dipakai Jaksa Penuntut Umum. Ia menilai angka itu berasal dari audit Kantor Akuntan Publik (KAP) dan bukan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga tidak layak dijadikan dasar tunggal penetapan kerugian negara.
"KAP atau lembaga auditor selain BPK itu tidak berwenang menetapkan kerugian keuangan negara ... namun jaksa hari ini memakai dasar penetapan kerugian keuangan negara dari KAP,"
Bambang berpendapat penggunaan hasil audit KAP sebagai dasar tuntutan tidak adil karena audit tersebut dilakukan atas permintaan jaksa.
Sidang berlanjut dan kuasa hukum berharap majelis hakim mengabulkan permohonan penangguhan atau pengalihan penahanan demi tegaknya prinsip keadilan. Keputusan pengadilan selanjutnya juga akan menentukan langkah terhadap pihak yayasan yang ditengarai menikmati dana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...