Pemerintah dan BI Perkuat Sinergi Jaga Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026. Tujuannya adalah memastikan kebijakan fiskal dan moneter saling memperkuat dalam menghadapi dinamika global yang penuh tantangan.
Sinergi kebijakan fiskal dan moneter
Pemerintah menilai sinergi erat antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter penting agar respons terhadap tekanan global berjalan efektif. Sinergi ini dimaksudkan untuk membuat kebijakan lebih terarah dan koheren, sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan stabilitas harga dan nilai tukar.
“Sinergi erat dengan Bank Indonesia diperlukan agar kebijakan fiskal dan moneter saling memperkuat. Kolaborasi ini penting menghadapi dinamika global,”
— Muhammad Qodari, Jakarta, 3 Agustus 2026
Dukungan untuk UMKM agar naik kelas
Salah satu prioritas pemerintah adalah memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih produktif dan mampu naik kelas. Upaya ini fokus pada perluasan akses pembiayaan, pasar domestik, dan peluang ekspor bagi pelaku usaha.
- Akses pembiayaan yang lebih mudah
- Perluasan pasar domestik
- Dorongan kemampuan ekspor bagi UMKM
Akselerasi transformasi digital
Pemerintah juga mempercepat transformasi digital untuk memperluas transaksi ekonomi dan layanan keuangan yang aman, cepat, dan efisien. Transformasi ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM, sekaligus memperluas inklusi ekonomi di berbagai daerah.
“Transaksi pembayaran digital terus tumbuh kuat seiring meluasnya adopsi teknologi oleh masyarakat dan pelaku usaha. Pertumbuhan tersebut menunjukkan ekosistem digital semakin berperan dalam menopang aktivitas ekonomi nasional,”
— Muhammad Qodari
Dampak dan prospek ke depan
Dengan kombinasi kebijakan fiskal, dukungan moneter, dan percepatan digitalisasi, pemerintah menempatkan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang tangguh dan inklusif. Penguatan sinergi ini diharapkan memberi ruang bagi pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesiapan menghadapi gejolak eksternal.
Qodari menegaskan bahwa semangat kolaborasi perlu dijaga untuk mencapai target jangka panjang, termasuk visi Indonesia Emas 2045. Langkah koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia akan terus dipantau untuk memastikan kebijakan berjalan sinkron dan berdampak nyata bagi pelaku usaha serta masyarakat luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kakorlantas: Kenaikan Denda Tilang 150% dan Tilang Manual Hoaks
Kakorlantas bantah kabar kenaikan denda tilang 150% dan tilang manual menyeluruh 2026; sebut hoaks dan tekan...
Pemikiran Sumitro Dorong RUU Perekonomian Nasional
Pemikiran Sumitro dijadikan rujukan RUU Perekonomian Nasional, dibahas dalam peluncuran buku dan simposium d...
Prabowo Instruksikan Bahlil Jaga Harga BBM Subsidi
Presiden Prabowo perintahkan Bahlil menjaga harga BBM subsidi tetap stabil; BBM nonsubsidi akan disesuaikan...
Susilo ke UBISA Perkuat Jejaring Pusat Studi Kepolisian
Bergabungnya Irjen Susilo ke UBISA memperkuat jejaring Pusat Studi Kepolisian dan kolaborasi Polri–kampus un...
Imigrasi Perkuat Deteksi Dini Cegah WNI Jadi Korban TPPO
Ditjen Imigrasi perkuat deteksi dini di pintu keberangkatan untuk mencegah WNI jadi korban TPPO; 8.827 kasus...
Ombudsman Masukkan MK dalam Penilaian Pelayanan Publik 2026
Ombudsman RI memasukkan Mahkamah Konstitusi dalam Penilaian Malaadministrasi Pelayanan Publik 2026 untuk men...