Menkop Dorong KDKMP Jadi Pusat Penggerak Ekonomi Lokal
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dikembangkan sebagai pusat penggerak ekonomi berbasis potensi lokal, bukan sekadar penyalur barang bersubsidi. Pernyataan itu disampaikan saat Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan dan Simposium Nasional di Gedung RRI Pusat, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
KDKMP diarahkan ke sektor produktif
Ferry mengatakan pemerintah mendorong KDKMP mengembangkan sektor pariwisata, kerajinan, dan ekonomi kreatif di tingkat desa dan kelurahan. Tujuannya memperkuat ekonomi rakyat dan menciptakan nilai tambah di wilayah setempat.
KDKMP diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal seperti wisata, kerajinan, dan sektor kreatif. Dengan begitu, koperasi desa tidak hanya menjadi penyalur bantuan, tetapi juga pusat penggerak ekonomi rakyat
Landasan pemikiran dan implementasi
Program KDKMP menurut Ferry merupakan implementasi pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo. Ia menekankan peran koperasi sebagai pilar perekonomian nasional sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Presiden Prabowo melakukan transformasi dari yang semula dari pikiran menjadi sebuah program. Dan ini sifatnya teknokratis dan harus diimplementasi secara detail dan teknis
Tantangan pelaksanaan dan upaya pemerintah
Ferry mengakui program ini menghadapi sejumlah tantangan. Selain antusiasme tinggi dari masyarakat, masih ada warga yang belum terbiasa dengan konsep koperasi modern.
Karena itu, pemerintah memperkuat sosialisasi dan pendampingan agar operasional KDKMP berjalan optimal. Pendekatan teknis dan pelatihan dianggap penting untuk memastikan transformasi memberi manfaat luas.
Setiap transformasi dan perubahan pasti memiliki konsekuensi
Pandangan KSP tentang pemerataan manfaat
Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Guruh Muamar Khadafi, menilai pemikiran Soemitro relevan dengan arah pembangunan nasional saat ini. Ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pembangunan ekonomi dan pemerataan agar manfaat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, pengembangan KDKMP akan fokus pada akselerasi proyek percontohan di beberapa desa, peningkatan kapasitas pengurus koperasi, dan pembentukan jaringan pemasaran lokal. Langkah ini diharapkan mengubah peran koperasi menjadi aktor ekonomi yang produktif di tingkat akar rumput.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kakorlantas: Kenaikan Denda Tilang 150% dan Tilang Manual Hoaks
Kakorlantas bantah kabar kenaikan denda tilang 150% dan tilang manual menyeluruh 2026; sebut hoaks dan tekan...
Pemikiran Sumitro Dorong RUU Perekonomian Nasional
Pemikiran Sumitro dijadikan rujukan RUU Perekonomian Nasional, dibahas dalam peluncuran buku dan simposium d...
Prabowo Instruksikan Bahlil Jaga Harga BBM Subsidi
Presiden Prabowo perintahkan Bahlil menjaga harga BBM subsidi tetap stabil; BBM nonsubsidi akan disesuaikan...
Susilo ke UBISA Perkuat Jejaring Pusat Studi Kepolisian
Bergabungnya Irjen Susilo ke UBISA memperkuat jejaring Pusat Studi Kepolisian dan kolaborasi Polri–kampus un...
Imigrasi Perkuat Deteksi Dini Cegah WNI Jadi Korban TPPO
Ditjen Imigrasi perkuat deteksi dini di pintu keberangkatan untuk mencegah WNI jadi korban TPPO; 8.827 kasus...
Ombudsman Masukkan MK dalam Penilaian Pelayanan Publik 2026
Ombudsman RI memasukkan Mahkamah Konstitusi dalam Penilaian Malaadministrasi Pelayanan Publik 2026 untuk men...