Pembangunan SMA Garuda Baru Konawe Selatan Dikebut
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mempercepat pembangunan SMA Sekolah Unggul Garuda Baru di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, agar fasilitas siap dipakai tepat waktu. Pengumuman disampaikan oleh Mendiktisaintek Brian Yuliarto pada Rabu, 1 Juli 2026, dengan penekanan pada aspek keamanan dan keselamatan siswa.
Perkembangan fisik dan target penyelesaian
Brian menyatakan pihak kementerian memantau progres pembangunan secara berkala untuk memastikan jadwal terpenuhi. Hingga akhir Juni, progres fisik gedung tercatat sekitar 87,58 persen. Target kementerian adalah mempercepat penyelesaian struktural dan fungsional sehingga progres naik menjadi sekitar 90 persen pada Juli 2026.
Progres pembangunan gedung sekolah telah mencapai sekitar 87,58 persen, dengan target penyelesaian struktural dan fungsional pada Juli 2026.
Fasilitas pendukung dan rumah dinas
Pembangunan tidak hanya fokus pada bangunan kelas. Fasilitas pendukung seperti kantin, dapur, serta asrama siswa dan rumah dinas guru turut dikerjakan bersamaan. Menurut Brian, ruang kelas diproyeksikan segera dapat dimanfaatkan setelah tahap struktural selesai.
Skema keamanan saat proses konstruksi berjalan
Kemdiktisaintek menyiapkan skema pengamanan khusus di kawasan sekolah. Langkah ini untuk mengantisipasi situasi di mana beberapa pekerjaan konstruksi masih berlangsung saat proses belajar mengajar dimulai.
Dengan skema tersebut, nantinya area kegiatan siswa akan dipisahkan dengan menggunakan pembatas dan jalur akses khusus. Sehingga keamanan dan keselamatan warga sekolah tetap terjaga selama masa transisi penyelesaian pembangunan.
Sebaran proyek dan kalender akademik
SMA Sekolah Unggul Garuda Baru merupakan bagian dari empat proyek serupa yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Lokasi proyek tersebut antara lain:
- Bangka Belitung
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Tenggara
- Nusa Tenggara Timur
Kemdiktisaintek juga mengumumkan bahwa 307 siswa terbaik dari berbagai daerah lolos sebagai angkatan pertama. Kegiatan pembelajaran dijadwalkan resmi dimulai pada 20 Juli 2026.
Dengan percepatan ini, kementerian berharap proses transisi dari pembangunan ke kegiatan belajar dapat berjalan lancar sambil tetap mengutamakan keselamatan siswa dan staf sekolah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ekspor Nikel dan Sawit Dorong Surplus Perdagangan Nonmigas
BPS: surplus perdagangan nonmigas Jan–Mei 2026 mencapai USD 16,31 miliar, ditopang ekspor nikel dan minyak k...
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat Ancama Sejumlah Kota
BMKG keluarkan peringatan cuaca ekstrem 2 Juli 2026; sejumlah kota diperkirakan hujan lebat akibat jalur kon...
BMKG: Risiko Gelombang Panas Ekstrem seperti Eropa Sangat Kecil
BMKG memastikan potensi gelombang panas ekstrem seperti Eropa sangat kecil di Indonesia karena iklim tropis...
Komisi VII Dorong Evaluasi KEK Super Prioritas agar Manfaat Merata
Komisi VII minta evaluasi KEK Super Prioritas agar manfaat investasi dan penyerapan tenaga kerja dirasakan m...
Prabowo Terima Lukashenko di Istana, Menandai 30 Tahun Hubungan RI-Belarus
Presiden Prabowo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko di Istana Merdeka, 2 Juli 2026, menandai...
Muhaimin: Pemerataan Ekonomi Kreatif Prioritas Pemerintah
Muhaimin minta ekonomi kreatif tak hanya di Jawa-Bali dan dorong pemanfaatan Sensus Ekonomi 2026 untuk pemet...