Muhaimin: Pemerataan Ekonomi Kreatif Prioritas Pemerintah
Menko PM Muhaimin Iskandar meminta pengembangan ekonomi kreatif dilakukan merata, tidak hanya terpusat di Jawa dan Bali. Pernyataan itu disampaikan pada 2 Juli 2026, bersamaan dengan dorongan pemanfaatan Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi daerah. Pemerintah menilai data sensus akan jadi dasar kebijakan pemberdayaan yang lebih tepat sasaran.
Peta potensi dan subsektor unggulan
Muhaimin menekankan bahwa saat ini konsentrasi pelaku ekonomi kreatif masih berada di Pulau Jawa dan Bali. Ia menyebut subsektor kuliner sebagai tulang punggung ekonomi kreatif nasional. Di sisi lain, sektor film dan musik menunjukkan perkembangan seiring kemajuan teknologi informasi.
Untuk lebih jelas, beberapa subsektor yang disebut terus berkembang antara lain:
- Kuliner
- Film
- Musik
- Desain dan kriya
- Digital dan konten kreatif
Strategi pemerataan: dorong desa kreatif
Sebagai respons terhadap ketimpangan wilayah, pemerintah mendorong program desa kreatif. Langkah ini ditujukan untuk menggali potensi lokal dan mempercepat distribusi manfaat ekonomi kreatif ke daerah luar Jawa dan Bali.
"Potensi ekonomi kreatif masih terkonsentrasi di Bali dan Jawa. Daerah-daerah lain harus dikejar dan digali sejauh mana potensinya serta mendapatkan dukungan,"
Peran data: Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi
Muhaimin menegaskan tiap pelaku ekonomi kreatif memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda. Oleh karena itu, kebijakan pemberdayaan harus berlandaskan data akurat.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi investasi jangka panjang untuk memetakan potensi secara mendalam. Data sensus diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang mempercepat pertumbuhan dan menyasar kebutuhan riil di lapangan.
Ajakan kolaborasi dan penutup
Menko PM mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sensus. Ia optimistis kolaborasi lintas pemangku kepentingan akan mendorong pemerataan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan.
"Mari kita kawal sensus ekonomi sampai selesai. Inilah langkah kita semua yang konkret agar lebih cepat menuju bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera,"
Dengan data yang lebih baik dan strategi desa kreatif, pemerintah berharap distribusi kegiatan ekonomi kreatif tidak lagi terpusat. Langkah selanjutnya adalah menyusun program berbasis hasil sensus untuk mendukung pelaku kreatif di seluruh daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ekspor Nikel dan Sawit Dorong Surplus Perdagangan Nonmigas
BPS: surplus perdagangan nonmigas Jan–Mei 2026 mencapai USD 16,31 miliar, ditopang ekspor nikel dan minyak k...
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat Ancama Sejumlah Kota
BMKG keluarkan peringatan cuaca ekstrem 2 Juli 2026; sejumlah kota diperkirakan hujan lebat akibat jalur kon...
BMKG: Risiko Gelombang Panas Ekstrem seperti Eropa Sangat Kecil
BMKG memastikan potensi gelombang panas ekstrem seperti Eropa sangat kecil di Indonesia karena iklim tropis...
Komisi VII Dorong Evaluasi KEK Super Prioritas agar Manfaat Merata
Komisi VII minta evaluasi KEK Super Prioritas agar manfaat investasi dan penyerapan tenaga kerja dirasakan m...
Prabowo Terima Lukashenko di Istana, Menandai 30 Tahun Hubungan RI-Belarus
Presiden Prabowo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko di Istana Merdeka, 2 Juli 2026, menandai...
Pembangunan SMA Garuda Baru Konawe Selatan Dikebut
Kemdiktisaintek percepat pembangunan SMA Garuda Baru Konawe Selatan; progres 87,58% dan target penyelesaian...