Pemadaman Listrik dan Mati Air PDAM Ganggu Warga Medan
Warga Kota Medan mengeluhkan seringnya pemadaman listrik yang kini diperparah dengan matinya aliran PDAM sejak Rabu (10/6). Gangguan kedua layanan dasar ini membuat aktivitas harian warga terganggu dan memicu keluhan kepada pemerintah kota.
Gangguan layanan: listrik dan air padam
Beberapa penghuni kos dan rumah tangga menyatakan listrik padam berulang kali dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu diperparah dengan matinya pasokan air PDAM selama dua hari, sehingga kebutuhan dasar seperti mandi dan mencuci terhenti.
"Udahlah listrik sering padam seperti minum obat tiga kali sehari, ini ikut-ikutan pula air PDAM mati, semakin menderitalah hidup kami ini,"
— ujar Raka, salah satu penghuni kos yang terdampak. Ia mengatakan gangguan bergantian antara listrik dan air membuat rutinitas sehari-hari jadi berat.
Dampak langsung pada aktivitas rumah tangga
Warga menjabarkan beberapa akibat konkret dari pemadaman listrik dan matinya air:
- Mandi dan kebersihan tubuh terhambat karena tidak ada pasokan air.
- Pencucian pakaian tertunda karena tidak bisa memompa air.
- Beberapa rumah terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan minum dan memasak.
Seorang warga lain, Sri, mengatakan ia harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air kemasan karena pasokan air bersih tidak tersedia.
"Terpaksa aku harus beli air galon, tak ada lagi air kami di rumah. Mau pakai mesin pompa air malah listriknya sudah beberapa hari ini hidup mati aja,"
Harapan warga dan seruan kepada pemerintah
Warga meminta pemerintah kota agar segera menindaklanjuti masalah ini. Mereka berharap pihak berwenang cepat berkoordinasi dengan penyedia listrik dan pengelola PDAM untuk mengembalikan layanan dasar tersebut.
"Kepada Bapak Wali Kota Medan Rico Waas pekalah terhadap kondisi warga yang semakin menderita, cepat atasi persoalan padamnya listrik dan air tersebut," kata salah satu warga sebagai seruan penutup.
Gangguan berulang pada layanan listrik dan air ini menyoroti kerentanan kebutuhan pokok warga. Warga berharap perbaikan dilakukan segera agar aktivitas sehari-hari kembali normal dan beban biaya tak perlu bertambah.
Berita Terkait
DPRD Minta Pengawasan Dini Proyek BRT Medan: Waspadai Penebangan Pohon
Jusuf Ginting minta Inspektorat dan APH awasi proyek BRT Medan sejak awal terkait penebangan 2.700 pohon dan...
Taput dan BPJS Perkuat UHC 2026: Fokus Layanan Merata dan Berkualitas
Pemkab Tapanuli Utara dan BPJS Kesehatan perkuat UHC 2026 dengan fokus layanan berkualitas, perluasan akses,...
DPRD Medan Kecewa, Kadishub Absen Saat RDP Proyek BRT
Ketua Komisi IV DPRD Medan kecewa karena Kepala Dishub absen saat RDP proyek BRT senilai Rp1,9 triliun pada...
DPRD Minta BRT Mebidang Tidak Bebani APBD dan Warga
DPRD Medan minta pembangunan BRT Mebidang tak membebani APBD dan warga, sekaligus soroti lingkungan, kemacet...
DPRD Minta Pembangunan BRT Mebidang Terstruktur dan Perhatikan Dampak
Komisi IV DPRD Medan minta pembangunan BRT Mebidang terstruktur dan memperhatikan dampak lalu lintas serta s...
Polisi Dipastikan Jadi Saksi di Sidang Kasus Pembelian Pertalite Pakai Jerigen
Jaksa memastikan mantan Kanit dan Kasat Polrestabes Medan akan hadir sebagai saksi pada sidang kasus pembeli...