Fadli: Teknologi Perkuat Pelestarian Cerita Rakyat
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kemajuan teknologi memperkuat pelestarian cerita rakyat. Pernyataan disampaikan usai Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Juni 2026. Ia mengatakan platform digital membuka ruang ekspresi dan distribusi yang lebih luas bagi kisah-kisah tradisional.
Teknologi memperluas media bercerita
Fadli menjelaskan kegiatan bercerita kini tak lagi terbatas pada penyampaian lisan. Berbagai media digital memungkinkan cerita rakyat dikembangkan dalam format visual dan interaktif. Bentuknya meliputi film, film pendek, konten media sosial, hingga pertunjukan berbasis teknologi.
Menurut saya akan semakin banyak platform, kalau dulu bercerita itu benar-benar hanya suara. Sekarang bisa dengan media, layar, background, kemudian juga bisa diterjemahkan dalam bentuk yang lain
— Fadli Zon
Dampak pada audiens dan kreator muda
Menurut Fadli, platform seperti TikTok dan Instagram memberi kesempatan lebih besar bagi generasi muda berkarya. Konten yang dikemas secara profesional berpotensi menjangkau audiens lintas usia dan daerah. Dengan pengemasan baik, kegiatan mendongeng bisa berubah menjadi pertunjukan kreatif yang diminati banyak kalangan.
Selain itu, kemudahan akses dan distribusi membuat cerita daerah yang sebelumnya terbatas menjadi mudah diketahui publik. Hal ini mendorong pelaku kreatif untuk mengeksplorasi kembali kekayaan lokal menggunakan pendekatan modern.
Dampak ekonomi dan ekosistem budaya
Fadli menekankan bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya soal pelestarian, tetapi juga memberi manfaat ekonomi. Karya berbasis cerita rakyat dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi kreator dan pelaku industri budaya. Sementara itu, meningkatnya minat masyarakat terhadap konten lokal dapat mendorong pertumbuhan industri budaya nasional.
Dengan dorongan teknologi, ekosistem budaya diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan, kata Fadli.
Manfaat kognitif mendongeng
Meski teknologi berkembang, tradisi lisan tetap hidup. Para pegiat dongeng terus melestarikan praktik bertutur di komunitas. Psikolog Viska Erma Mustika menyoroti manfaat kognitif dari mendengarkan dongeng.
Secara neuropsikologi, mendengarkan cerita membuat semua bagian lobus otak aktif. Baik itu lobus frontal (aktivitas gerak, kognitif, atensi, dan bahasa)
— Viska Erma Mustika, psikolog
Viska menambahkan bahwa mendongeng juga meningkatkan literasi, memperkaya kosakata, dan membangun daya imajinasi anak maupun dewasa. Oleh karena itu, penggabungan metode tradisional dan platform digital dinilai ideal.
Ke depan
Pengembangan konten cerita rakyat lewat teknologi perlu terus didorong. Kombinasi pendekatan profesional dan inovatif berpeluang memperluas jangkauan budaya serta mendukung keberlanjutan ekonomi kreatif. Teknologi dipandang sebagai alat strategis untuk memastikan cerita-cerita lokal tetap relevan bagi generasi mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...