Ekonomi

CELIOS: Pelemahan Rupiah Dorong Kenaikan Harga Pangan

Bagikan:
Grafik pergerakan rupiah terhadap dolar AS dan dampaknya pada harga pangan

Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memperingatkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendorong kenaikan harga pangan di Indonesia. Kajian itu dirilis pada Sabtu, 30 Mei 2026, dan menyoroti keterkaitan antara pergerakan dolar AS, biaya impor, dan tekanan harga domestik.

Pengaruh dolar AS terhadap harga pangan

Tim peneliti CELIOS menyebut pergerakan dolar AS sebagai faktor utama volatilitas harga pangan. Ketika rupiah melemah, biaya pembelian barang impor naik. Akibatnya, harga barang dan jasa di pasar domestik cenderung meningkat.

"Pergerakan nilai dolar AS menjadi faktor penting dalam kajian volatilitas harga pangan,"

Dampak pada komoditas impor

Menurut kajian, beberapa komoditas pangan yang terkait impor bergerak searah dengan pelemahan rupiah. Tim mencatat kenaikan harga pada komoditas seperti kedelai dan daging kerbau sejak akhir 2025 hingga pertengahan 2026.

"Kenaikan harga kedelai seharusnya mendapat perhatian karena menjadi bahan baku makanan lokal seperti tempe, tahu, dan susu kedelai,"

CELIOS menegaskan bahwa turunnya nilai tukar membuat input produksi impor menjadi lebih mahal. Namun, fluktuasi harga pangan tidak seragam dan bergantung pada karakteristik tiap komoditas.

Transmisi ke rumah tangga dan daerah pedesaan

Tekanan harga pangan menambah beban biaya hidup rumah tangga di perkotaan dan pedesaan. Meski warga desa tidak bertransaksi dalam dolar AS secara langsung, harga lokal tetap terpengaruh oleh dinamika nasional.

"Meski masyarakat desa tidak bertransaksi menggunakan dolar AS secara langsung, harga pangan di pedesaan tetap bergerak,"

Kajian menunjukkan hubungan antara nilai tukar dan harga pangan terlihat pada tingkat agregat. Namun setelah shock bulanan dikendalikan, bukti transmisi langsung nilai tukar menjadi lebih lemah. Ini menandakan faktor lain juga memengaruhi kesejahteraan pedesaan.

Ketergantungan impor dan rekomendasi

CELIOS menekankan pentingnya respons kebijakan mengingat ketergantungan pada impor. Mereka menyebut bahwa stabilitas pasokan, distribusi, stok, dan inflasi domestik sama krusialnya dengan stabilitas kurs untuk menjaga harga pangan.

Komoditas yang masih bergantung pada impor antara lain:

  • Serealia (beras dan gandum)
  • Gula
  • Minyak goreng
  • Produk susu
  • Daging dan ikan
  • Sayuran dan buah-buahan
  • Garam dan pupuk
  • Produk farmasi, sabun, dan deterjen
  • Produk berbahan plastik, kertas, tekstil, dan alas kaki

Tim peneliti menegaskan bahwa kenaikan harga di tingkat rumah tangga seringkali terjadi melalui kenaikan biaya produksi dan rantai pasok, atau imported inflation. Oleh karena itu, pemerintah diimbau merespons untuk mengurangi dampak pada konsumen.

Kajian ini menempatkan fokus pada perlunya kebijakan terpadu yang menggabungkan stabilisasi kurs dengan penguatan ketahanan pasokan dan pengelolaan inflasi domestik untuk meredam tekanan harga pangan ke depan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait