IHSG Turun 0,56% Sepekan, Aktivitas Perdagangan Tertekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.127,38, turun 0,56 persen dibandingkan pekan sebelumnya pada level 6.162. Bursa Efek Indonesia melaporkan penurunan ini terjadi pada pekan perdagangan yang relatif pendek, ketika aktivitas hanya berlangsung tiga hari karena libur Iduladha dan cuti bersama.
Pergerakan indeks dan frekuensi transaksi
Pekan ini IHSG mengalami tekanan jual yang menekan pergerakan pasar. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun sekitar 10,87 persen, dari 2,37 juta kali transaksi menjadi 2,11 juta kali.
Penurunan frekuensi menunjukkan investor cenderung berhati-hati selama pekan yang dipersingkat libur nasional ini.
Volume dan nilai transaksi
Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini tercatat sebanyak 30,95 miliar lembar saham, menurun 15,60 persen dari 36,67 miliar pekan sebelumnya. Meski volume turun, rata-rata nilai transaksi harian justru meningkat 30,37 persen menjadi Rp28,38 triliun dari Rp21,77 triliun.
Kenaikan nilai transaksi mengindikasikan munculnya transaksi bernilai besar meski frekuensi dan volume keseluruhan turun.
Kapitalisasi pasar dan arus investor asing
Kapitalisasi pasar BEI naik tipis menjadi Rp10.729 triliun atau meningkat 0,88 persen dari Rp10.635 triliun pekan sebelumnya. Namun, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp8,519 triliun pada akhir pekan ini.
Akibatnya, sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan akumulasi jual bersih sebesar Rp53,971 triliun.
Sentimen pasar
Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan Pelaku pasar juga mengantisipasi rebalancing indeks MSCI. Terjadi tekanan jual terhadap sejumlah saham yang dikeluarkan oleh MSCI, tapi sebagian saham mengalami kenaikan.
Selain antisipasi rebalancing MSCI, sentimen eksternal yang memengaruhi pekan ini antara lain perkembangan konflik AS dan Iran serta tekanan pada harga minyak dunia. Pergerakan rupiah yang cenderung melemah juga turut memengaruhi dinamika IHSG.
Ke depan, pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan geopolitik, pergerakan nilai tukar, dan hasil rebalancing indeks yang dapat memicu fluktuasi lebih lanjut pada saham tertentu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Perluas Program Magang Nasional, Kuota Jadi 150.000
Pemerintah menaikkan kuota Program Magang Nasional menjadi 150.000 peserta pada 2026 untuk meredam penganggu...
On-Time Guarantee Cermati Protect & tiket.com Lindungi Penumpang Kereta
Cermati Protect dan tiket.com luncurkan On-Time Guarantee untuk penumpang kereta dengan premi mulai Rp1.000...
Indonesia Tanggapi Tarif Impor AS 10–12,5% Mulai 1 Agustus 2026
Indonesia merespons tarif impor AS 10–12,5% yang mulai berlaku 1 Agustus 2026 setelah investigasi Section 30...
IHSG Melemah 132,32 Poin, Sentimen Global Bayangi Pasar
IHSG ditutup melemah di 6.182,99 pada 24 Juli 2026, anjlok 132,32 poin seiring sentimen geopolitik dan tarif...
Pertemuan Bisnis RI-Tiongkok Hasilkan Kesepakatan US$2 Miliar
Pertemuan bisnis RI-Tiongkok di Jakarta (23 Juli 2026) menghasilkan kesepakatan sekitar US$2 miliar, meliput...
IHSG Dibuka Melemah 1,26% ke 6.266,97 Jelang Akhir Pekan
IHSG dibuka melemah 1,26% ke 6.266,97 pada 24 Juli; sentimen eksternal dan harga minyak tekan pasar menjelan...