Lokal

Aceh Besar Gelar Pelatihan Batik Lanjutan untuk Kembangkan Batik Malaka

Bagikan:
Peserta mengikuti pelatihan batik di Aula Dekranasda Aceh Besar

Dekranasda Kabupaten Aceh Besar menggelar Pelatihan Kerajinan Batik Lanjutan pada Selasa (9/6) di Aula Dekranasda. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing produk lokal, dan mengembangkan Batik Malaka sebagai identitas budaya sekaligus unggulan ekonomi kreatif daerah.

Tujuan dan ruang lingkup pelatihan

Pelatihan yang berlangsung selama 10 hari tersebut fokus pada peningkatan teknik membatik, termasuk teknik cap dan pewarnaan. Kegiatan menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Dekranasda Aceh Besar untuk membentuk produk batik bermutu dan bernilai ekonomi tinggi.

Peserta dan tenaga pengajar

Kursus diikuti tujuh peserta lokal. Mereka dibimbing langsung oleh perajin berpengalaman asal Yogyakarta yang pernah meraih penghargaan One Village One Product (OVOP). Pendampingan intensif diharapkan mampu memperdalam keterampilan dan meningkatkan kualitas produksi para perajin.

"Batik bukan hanya sebuah karya seni, tetapi juga merupakan warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi. Karena itu, Batik Malaka harus terus dikembangkan..."

— Hj. Nuril Fazli, Wakil Ketua Dekranasda Aceh Besar

Nuril mengajak peserta mengikuti pelatihan dengan tekun. Ia menegaskan hasil karya peserta akan dipamerkan pada akhir kegiatan sebagai bentuk apresiasi dan evaluasi keterampilan.

Perkembangan Showroom Batik Kota Malaka

Menurut Ketua Harian Dekranasda, Drs. Sulaimi, M.Si, Showroom Batik Kota Malaka mulai menunjukkan perkembangan positif dan kini mulai memproduksi kain batik. Meskipun tenaga kerja masih terbatas, pelatihan tahap awal melibatkan tujuh peserta untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor batik.

"Ke depan, kami berharap showroom ini dapat menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan batik di Aceh Besar..."

— Drs. Sulaimi, M.Si (Ketua Harian Dekranasda & Kadis Kopukmdag Aceh Besar)

Sinergi dan dukungan lintas sektor

Sulaimi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRK, Dinas Pendidikan, ISBI Aceh, dan kementerian terkait untuk memperkuat legalitas dan keberlanjutan industri batik lokal. Ia juga menyebut program magang dan studi tiru di Kabupaten Bantul pada akhir 2025 sebagai dasar peningkatan keterampilan peserta.

  • Durasi pelatihan: 10 hari
  • Peserta: 7 orang
  • Instruktur: Perajin dari Yogyakarta (penerima penghargaan OVOP)

Prospek

Dengan pelatihan lanjutan dan dukungan multi-pihak, Dekranasda berharap lahir perajin batik terampil dan produktif. Target jangka menengah adalah menjadikan Batik Malaka dikenal luas dan Showroom Batik Kota Malaka sebagai pusat pelatihan serta pengembangan ekonomi kreatif lokal.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait