302 Pengurus PAC PDI-P Bojonegoro Resmi Dilantik, Gen Z Capai 33%
Bojonegoro — Sebanyak 302 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) se-Kabupaten Bojonegoro resmi dilantik pada Selasa, 19 Mei 2026. Pelantikan berlangsung di GOR Utama Dabonsia, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Acara ini juga menjadi konsolidasi besar dengan sekitar 1.300 kader hadir dari pengurus lama, pengurus baru, jajaran DPC, dan fraksi PDI-P Bojonegoro.
Regenerasi dan Keterwakilan
Sekretaris DPD PDI-P Jawa Timur, Deni Wicaksono, memuji komposisi kepengurusan baru. Ia menilai DPC Bojonegoro berhasil menjalankan instruksi pusat untuk mendorong regenerasi, terutama melibatkan kaum muda dan perempuan.
"Kami awalnya menargetkan keterlibatan anak muda (Gen Z) sekitar 20 persen, tetapi Bojonegoro luar biasa, mampu merekrut hingga 33 persen. Keterwakilan perempuan juga berhasil melampaui angka 30 persen di seluruh kepengurusan PAC,"
Angka tersebut dianggap sebagai bukti organisasi yang adaptif dan terbuka bagi berbagai golongan masyarakat.
Pelantikan Berbalut Budaya dan Lingkungan
Pelantikan dikemas dengan padanan unsur budaya, religiusitas, dan aksi lingkungan. Acara dibuka dengan penampilan Tari Anglindharma, tarian sakral khas Bojonegoro yang mengisahkan kepemimpinan bijak. Suasana khidmat bertambah saat lantunan Sholawat Al Barzanzi dan Mahalul Qiyam dibawakan oleh salah satu pengurus PAC.
Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, panitia membagikan bibit pohon mangga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro.
Soliditas Politik Dalam Satu Barisan
Ketua DPC PDI-P Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menegaskan pelantikan ini memperkuat solidaritas partai menghadapi agenda politik ke depan.
"Alhamdulillah, berkat soliditas dan semangat perjuangan bersama, kita mampu terus bergerak kompak untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,"
Para pengurus akar rumput menyatakan kesiapan mengawal program kerja daerah. Ketua PAC Kepohbaru, Mat Lazim, yang baru dilantik menegaskan komitmennya.
"Kami siap bergerak rampak dalam satu barisan, terutama dalam memaksimalkan program pemberdayaan pemuda dan perempuan,"
Kader baru seperti Heru Albat juga menyatakan terinspirasi oleh militansi kader yang ditemuinya.
"Saya anggota baru, dan hari ini saya menyaksikan sendiri bagaimana kesolidan kader di Bojonegoro yang begitu mengakar. Hal ini memotivasi saya untuk berangkat, bergabung, dan berjuang bersama membesarkan partai,"
Implikasi dan Langkah Selanjutnya
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Dengan keterwakilan Gen Z 33 persen dan perempuan di atas 30 persen, DPC Bojonegoro menunjukkan fokus pada regenerasi kader. Hasil ini dipandang sebagai modal politik menjelang agenda partai di tingkat daerah dan provinsi.
Ke depan, partai akan memfokuskan pelatihan kader, program pemberdayaan pemuda dan perempuan, serta aksi-aksi pelayanan publik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRD Malang: Jangan Alihfungsi RTH untuk Koperasi Merah Putih
DPRD Kota Malang menegaskan pembangunan Koperasi Merah Putih tidak boleh mengalihfungsikan RTH atau Lahan Sa...
Jatmiko Gelar Jalan Sehat dan Senam Massal Peringati Bulan Bung Karno
Jatmiko gelar jalan sehat dan senam massal di Desa Gandong, Tulungagung, untuk memperingati Bulan Bung Karno...
Eri Cahyadi Minta Sport Center Potro Agung Dikelola Mandiri Warga
Wali Kota Eri meresmikan Sport Center Potro Agung (5/7/2026) dan minta pengelolaan mandiri warga agar tak be...
Wabup Lamongan: Kader Ansor Harus Jadi Pemimpin Digital
Wabup Lamongan minta kader GP Ansor Brondong jadi pemimpin adaptif dan kuasai ruang digital untuk jaga perda...
Warga Lamongan Desak Normalisasi Bengawan Jero, Minta TPT dan Perbaikan Jalan
Warga Dapil IV Lamongan mendesak normalisasi Bengawan Jero, pembangunan TPT, dan perbaikan jalan pasca-banji...
PDI Perjuangan Bojonegoro Perkuat Mesin Partai hingga Ranting
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro gelar Rakorcab sosialisasi penjaringan Ranting, terapkan kuota 30% perempuan d...