Pedagang Tolak Dipindah, Minta Perbaikan Pasar Delitua Old Town
Pedagang Pasar Delitua menolak pemindahan
Penolakan pemindahan dan tuntutan perbaikan
Ketua Himpunan Masyarakat Peduli Delitua, Thomas Tarigan, menyatakan dukungan terhadap penertiban pedagang kaki lima. Namun ia menegaskan, pemindahan tidak bisa dipaksakan sementara fasilitas Pasar Delitua Old Town belum layak.
"Kami mendukung Pemerintah Kabupaten Deliserdang melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dalam mewujudkan area pasar lebih tertata dan tertib,"
"Namun kami meminta agar Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan memperbaiki kondisi Pasar Delitua Old Town karena tidak layak ditempati para pedagang untuk berjualan,"
Thomas juga menolak sebutan bahwa pedagang Pasar Delitua adalah pedagang "liar". Menurutnya, pasar tersebut sudah ada sejak masa kolonial dan menjadi penghasilan turun-temurun bagi warga.
Sejarah dan identitas Pasar Delitua
Tokoh lain, Inganta Pulung Tarigan atau Toldo, menegaskan pasar memiliki nilai sejarah. Ia menyebut Pasar Delitua pernah menjadi sentral aktivitas dan dikenal luas, bahkan saat ada rel kereta api yang melintas.
"Jadi jangan dibilang ini liar," tegas Thomas.
Kekhawatiran soal penggusuran dan dampak ekonomi
Para tokoh menolak rencana penggusuran yang disebut-sebut Bupati untuk mengubah lokasi menjadi pusat kuliner. Mereka menganggap langkah itu tergesa-gesa dan berisiko memperburuk kondisi ekonomi para pedagang.
Menurut Toldo, pemeriksaan konsep dan dialog diperlukan sebelum langkah penggusuran diambil. Ia menilai saat ini kondisi ekonomi rentan, sehingga pemindahan tanpa solusi yang jelas akan menyulitkan pedagang.
Syarat koordinasi dan tawaran solusi
Kelompok masyarakat itu menyatakan siap membantu proses penataan jika pemerintah memperbaiki fasilitas Pasar Delitua Old Town. Mereka meminta keterlibatan warga sejak awal perencanaan agar relokasi dapat diterima.
"Jika Pemkab Deli Serdang dari dulu mau berkordinasi atau melibatkan masyarakat untuk pembangunan Pasar Delitua Old Town mungkin para pedagang tidak menolak untuk pindah," kata Toldo.
Para pedagang dan tokoh masyarakat menuntut kepastian konsep, perbaikan fasilitas, dan dialog terbuka sebelum ada tindakan penggusuran. Mereka berharap Bupati Deliserdang mengambil langkah bijak dengan mempertimbangkan aspek sejarah dan sosial ekonomi setempat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ribuan Ramaikan Tapanuli Utara Fun Run 2026, Bupati Ikut 7K
Ribuan peserta memeriahkan Tapanuli Utara Fun Run 2026 di Tarutung; Bupati Jonius ikut kategori 7K untuk men...
Telkomsel Luncurkan TEY Season 2, 51 Sekolah di Sumut-Aceh Berpeluang Dapat Beasiswa
Telkomsel gelar TEY Season 2 (25 Sep 2026–31 Mei 2027) dengan 51 sekolah di Sumut-Aceh; tiap sekolah pilih 1...
Perbaikan Jalan di Pakpak Bharat Diapresiasi, Warga Minta Rambu Pengaman
Warga Pakpak Bharat apresiasi pelebaran jalan menuju Subulussalam, namun minta rambu pengaman di tepi jurang...
Wanita Tuna Wicara Bernama Menik Dilaporkan Hilang di Batubara
Menik, wanita tuna wicara berusia 63 tahun, dilaporkan hilang dari rumah di Padang Genting, Batubara sejak 1...
Putra Putri Bonapasogit 2026: Pemenang dan Harapan Bupati Taput
Putra Putri Bonapasogit 2026 di Tarutung menghasilkan enam pemenang; pemerintah berharap mereka menjadi duta...
Samosir Dapat Irigasi 15 km dan 20 Jembatan lewat Sinergi TNI
Samosir mulai bangun irigasi perpipaan 15 km dan rehabilitasi 20 jembatan lewat sinergi Pemkab, TNI, dan Kem...