Aksi Mahasiswa USU di DPRD Sumut: 9 Tuntutan untuk Pemerintah
Ratusan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (15/6). Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi terkait kinerja pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dan menyerahkan sembilan tuntutan kepada wakil rakyat.
Aksi singkat dan tujuan
Aksi berlangsung secara tertib. Mahasiswa menegaskan tuntutan mereka berfokus pada isu ekonomi, kebijakan publik, penegakan hukum, serta hak masyarakat adat dan penanganan bencana. Tujuannya adalah meminta DPRD dan pemerintah menindaklanjuti berbagai persoalan yang dianggap mendesak.
Rincian sembilan tuntutan
Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan tuntutan secara rinci sebagai berikut:
- Meminta pemerintah menjaga stabilitas harga BBM dan mengawasi distribusi BBM subsidi agar hanya diterima pihak yang berhak.
- Menuntut efisiensi dan transparansi pengalokasian APBN dan APBD dengan memprioritaskan program prioritas.
- Menolak dwifungsi Polri dan menuntut peningkatan transparansi serta akuntabilitas di tubuh kepolisian.
- Memberhentikan program MBG dan menciptakan program pemenuhan gizi masyarakat yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
- Mendesak pemerintah mengembalikan pendidikan sebagai program utama nasional demi masa depan bangsa.
- Mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat.
- Meminta pertanggungjawaban pemerintah dalam penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat serta penindakan tegas terhadap praktik tambang ilegal.
- Mendesak evaluasi menyeluruh pelayanan publik pada sektor kelistrikan dan air bersih oleh pemerintah daerah.
- Menuntut janji pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka 19 juta lapangan kerja segera direalisasikan.
Memberhentikan program MBG dan menciptakan program pemenuhan gizi masyarakat yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran, lanjut mahasiswa
Dampak dan harapan
Mahasiswa berharap tuntutan tersebut segera ditindaklanjuti oleh DPRD Sumut dan pemerintah pusat. Mereka juga meminta agar pengawasan publik diperkuat sehingga kebijakan yang diambil benar-benar pro terhadap kelompok yang paling membutuhkan.
Langkah berikutnya
Pihak DPRD dan pemerintah belum mengumumkan respons resmi dalam laporan aksi ini. Mahasiswa menyatakan akan mengikuti perkembangan dan menggelar aksi lanjutan bila tuntutan tidak ditangani secara serius.
Catatan: Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian pengawalan kebijakan publik yang dilakukan kalangan mahasiswa ke berbagai lembaga pemerintahan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Karnaval PAUD/TK Warnai HUT RI ke-81 di Lhoknga
Karnaval PAUD/TK meriahkan HUT RI ke-81 di Lhoknga, menampilkan kostum adat dan semangat cinta tanah air sej...
Bupati Tunjuk Non-Dokter Jadi Wadir Medis RSUD Amri Tambunan
Bupati Deliserdang tunjuk pejabat non-dokter sebagai Wadir Medis RSUD Amri Tambunan; BKPSDM sebut ada Perset...
Ratusan Warga Desa Sukaraja Demo, Tuntut Audit Dana Desa Rp1,16 Miliar
Ratusan warga Desa Sukaraja menggelar aksi damai di Kantor Bupati Asahan menuntut audit dana desa Rp1,16 mil...
Kapolda Sumut dan Pemkab Samosir Tanam Bawang Putih Dukung Swasembada
Kapolda Sumut dan Pemkab Samosir menanam 10,5 ha bawang putih di Desa Maduma, 19 Agustus, mendukung program...
2.000 Pelajar Ikuti Pawai Karnaval HUT ke-81 di Lhoknga
Lebih dari 2.000 pelajar dari TK hingga SMA/SMK mengikuti pawai karnaval HUT ke-81 RI di Lhoknga, Aceh Besar...
Taput Tegaskan Komitmen Jaga Orangutan Tapanuli dan Harangan
Pemkab Tapanuli Utara perkuat konservasi Orangutan Tapanuli lewat hortikultura dan edukasi publik pada perin...