Politik

PDI Perjuangan Tulungagung Gagas Transformasi Media Partai

Bagikan:
Kader PDI Perjuangan Tulungagung mengikuti pelatihan media sosial

Tulungagung — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perubahan mendasar pada pengelolaan media internal partai. Instruksi itu disampaikan saat kaderisasi dan pelatihan media sosial yang digelar di dua lokasi, Hotel Swaloh dan Bento Kopi, Minggu (11/10/2026).

Pelatihan dan cakupan peserta

Kegiatan berlangsung pagi hingga sore dan diikuti oleh seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) serta Ketua Ranting dari wilayah Dapil Tulungagung 1, 2, 5, dan 6. DPC menekankan agar hasil pelatihan tidak berhenti pada kemampuan teknis, tetapi berubah menjadi praktik komunikasi yang menyentuh masalah nyata warga.

Perubahan fokus media partai

DPC menginstruksikan agar media komunikasi partai tidak lagi hanya mendokumentasikan formalitas kegiatan. Media harus transformasi menjadi instrumen perjuangan yang peka terhadap persoalan riil masyarakat.

Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Danang Prawito, menekankan perubahan pola pikir atau mindset kader dalam memanfaatkan media digital. Menurut Danang, tantangan sekarang adalah menyampaikan nilai ideologi dan keberpihakan pada wong cilik dengan bahasa yang mudah dipahami, terutama oleh generasi muda.

"Media partai bukan sekadar urusan estetika desain atau rajin mengunggah foto kegiatan. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana media menjadi instrumen perjuangan untuk tetap dekat dengan rakyat,"

Prioritas narasi dan isu lapangan

Danang menyoroti berbagai persoalan yang harus menjadi fokus narasi media partai. Isu itu meliputi keluhan harga hasil panen petani, keberlangsungan usaha pedagang kecil, akses pendidikan anak desa, serta kesempatan kerja bagi pemuda.

"Jangan sampai kita sibuk menceritakan kegiatan internal, tetapi lupa memotret persoalan yang dihadapi warga,"

Skema komunikasi berjenjang

DPC menginstruksikan penguatan sinergi jaringan komunikasi secara berjenjang, dari tingkat DPC, PAC, Ranting hingga Anak Ranting. Struktur di tingkat bawah dinilai memegang peranan kunci sebagai mata dan telinga partai yang bersentuhan langsung dengan realitas sosial.

Melalui skema gotong royong, kader di Ranting dan Anak Ranting bertugas menyerap aspirasi serta masalah warga. Informasi itu kemudian dikoordinasikan ke tingkat DPC untuk diolah menjadi narasi, desain, atau konten video yang komunikatif dan edukatif.

Tindak lanjut dan tujuan

Danang menegaskan bahwa kader tingkat bawah tidak harus menjadi ahli desain atau editing. Yang utama adalah menumbuhkan kepekaan sosial dan konsistensi pemetaan wilayah tanpa menunggu momentum kegiatan besar.

Tujuan akhirnya bukan sekadar jumlah konten yang diunggah, tetapi membuktikan kehadiran nyata partai di tengah masyarakat dan memperkokoh keterikatan dengan rakyat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait