Eri Cahyadi Targetkan Pembenahan Sekolah Negeri Surabaya hingga 2027
Surabaya — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menargetkan pembenahan seluruh SD negeri dan SMP negeri di kota itu pada 2027 setelah meninjau kondisi SDN Semolowaru IV pada Rabu (7/10/2026). Peninjauan dilakukan menyusul laporan warga tentang keterbatasan ruang kelas dan sarana belajar yang memaksa sebagian siswa belajar siang hari dan duduk lesehan di perpustakaan.
Temuan lapangan di SDN Semolowaru IV
Pemeriksaan lapangan memperlihatkan ketimpangan antara jumlah rombongan belajar dan ruang kelas. Sekolah mencatat 12 rombel, namun hanya memiliki delapan ruang kelas yang layak. Akibatnya, empat rombel harus masuk pada jam siang.
Selain itu, perpustakaan dipakai sebagai ruang belajar tanpa tersedia bangku memadai. Beberapa meja dan kursi siswa terbuat dari kayu yang berlubang, sehingga kenyamanan dan keselamatan belajar terganggu.
"Saya datang ke SDN Semolowaru IV untuk mengecek langsung terkait bangku dan fasilitas sekolah. Ternyata, di sini terdapat 12 rombongan belajar, tetapi ruang kelas yang tersedia hanya delapan. Akibatnya, ada empat rombel yang harus masuk siang," kata Eri.
Sikap pemerintah kota dan langkah selanjutnya
Eri meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya segera mengevaluasi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah negeri. Ia menekankan agar anggaran lebih diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan, seperti ruang kelas dan kamar mandi.
"Daripada mengadakan berbagai kegiatan yang membebani wali murid, lebih baik anggaran diprioritaskan untuk membenahi sarana dan prasarana terlebih dahulu," tegasnya.
Kebutuhan mendesak dan kendala pengadaan
Kepala SDN Semolowaru IV, Novita Aprilianti, menyatakan pihak sekolah sudah mengajukan penggantian bangku dan kursi yang rusak sejak Maret 2026. Namun hingga peninjauan wali kota pada Oktober, pengajuan tersebut belum terealisasi.
"Contohnya seperti yang dikeluhkan oleh Bapak, yaitu bangku kursi yang masih kayu dan masih ada lubang-lubang. Itu sudah kami ajukan di bulan Maret, tapi sampai sekarang juga belum ada," ujar Novita.
Novita juga menyebut sekolah kekurangan tiga guru, sehingga beberapa tenaga pendidik harus memegang tugas ganda.
Dampak pada proses belajar dan target 2027
Kondisi fasilitas yang tidak memadai berdampak pada kenyamanan belajar dan potensi prestasi siswa. Pemerintah kota berharap pembenahan menyeluruh pada 2027 dapat menjaga kelayakan fasilitas dan memenuhi kebutuhan dasar siswa serta guru.
Langkah prioritas yang disebutkan meliputi penambahan ruang kelas, pengadaan meja-kursi layak, perbaikan fasilitas sanitasi, dan pemenuhan kebutuhan guru untuk mengurangi beban pengajaran ganda.
Dengan target itu, pemerintah kota berpeluang memperbaiki lingkungan belajar lebih cepat, namun realisasi bergantung pada alokasi anggaran dan proses pengadaan yang efisien.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Deni Wicaksono: Pembangunan Jatim Harus Dinikmati Semua Warga
Deni Wicaksono minta pembangunan Jawa Timur tak hanya tumbuh, tapi dirasakan merata oleh seluruh warga melal...
Pemkab Sumenep Upayakan Pemulangan 9 Nelayan yang Diamankan di Australia
Pemkab Sumenep berupaya memulangkan sembilan nelayan Desa Tonduk yang diamankan di Darwin, Australia, setela...
DPRD Jatim Minta Kajian Kesiapan Bahan Baku Pabrik Pakan
Wiwin Sumrambah minta kajian kesiapan bahan baku dan keseimbangan pasokan sebelum realisasi pembangunan pabr...
409 Kendaraan Dinas Bondowoso Hilang, Aset Rp9,84 Miliar
LHP BPK mencatat 409 kendaraan dinas Bondowoso hilang senilai Rp9,84 miliar; DPRD minta penetapan status huk...
Bupati Sumenep Buka AF Sport U-17, 27 Tim Bersaing ke Liga 4
Bupati Sumenep buka AF Sport U-17 di GOR A. Yani Pangligur; 27 tim kecamatan berlaga sebagai wadah pembinaan...
Tekanan Harga Solar dan Beban Pajak Ganggu Industri Makassar
Komisi VII DPR temukan beban pajak tinggi, pendapatan menurun, dan pasokan solar terbatas di Sulsel; isu ini...