Politik

DPRD Jatim Minta Kajian Kesiapan Bahan Baku Pabrik Pakan

Bagikan:

SURABAYA — Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mengingatkan pemerintah untuk mengkaji kesiapan bahan baku dan keseimbangan pasokan-permintaan sebelum merealisasikan rencana pembangunan pabrik pakan ternak. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas rencana kementerian terkait dan Badan Pangan Nasional membangun pabrik pakan dan day-old chick (DOC) melalui badan usaha milik negara (BUMN), Minggu (11/10/2026).

Rencana pabrik pakan: target dan lokasi

Pemerintah menargetkan pembangunan sedikitnya tiga hingga lima pabrik baru untuk memperkuat pasokan dan menstabilkan harga pakan, terutama bagi peternak kecil. Beberapa wilayah yang diusulkan sebagai lokasi antara lain Lampung, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.

Ketergantungan pada bahan baku dan lahan

Wiwin menilai penambahan fasilitas produksi tidak otomatis menyelesaikan persoalan harga jika ketersediaan bahan baku tidak memadai. Ia menekankan perlunya perhitungan holistik agar kapasitas baru tidak berbenturan dengan agenda swasembada pangan.

"Menata keseimbangan supply-demand jauh lebih penting saat ini untuk dicarikan solusinya. Kami tentunya berharap pemerintah memperhitungkan betul sebelum menerapkan kebijakan,"

Menurut Wiwin, beberapa komoditas pangan strategis seperti padi dan tebu juga memerlukan lahan yang sama untuk pertumbuhan. Oleh karena itu, perencanaan pabrik pakan harus mempertimbangkan alokasi lahan dan ketersediaan bahan baku agar kebijakan pangan berjalan selaras.

"Pabrik pakan tentunya membutuhkan supply bahan untuk pakan. Apakah kita siap di tengah upaya kita untuk swasembada pangan, terutama padi dan tebu, yang tentunya juga membutuhkan lahan?"

Dampak bagi peternak dan rekomendasi

Di satu sisi, rencana tersebut berpotensi menjadi bantuan bagi peternak mandiri yang menghadapi kenaikan kebutuhan dan harga pakan. Namun Wiwin mengingatkan bahwa manfaat itu hanya tercapai bila pembangunan didasari data dan proyeksi kebutuhan yang matang.

"Tentunya, di tengah kondisi kebutuhan pakan ternak yang meningkat dan semakin mahal ini, [rencana tersebut menjadi] angin segar bagi para peternak. Tetapi, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Apakah mendirikan pabrik pakan ini menjadi solusi atau bahkan menimbulkan masalah baru?"

Ia menyerukan koordinasi yang lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun perencanaan. Pemerintah daerah diminta memetakan kebutuhan peternak lokal, ketersediaan bahan baku, dan potensi konflik penggunaan lahan sebelum proyek berjalan.

Penutup

Dengan perhitungan yang matang, pembangunan pabrik pakan dapat membantu menurunkan harga dan memastikan ketersediaan pakan bagi peternak. Sebaliknya, tanpa kajian menyeluruh, fasilitas baru berisiko menciptakan masalah baru terkait pasokan bahan baku dan alokasi lahan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait