Politik

Deni Wicaksono Raih Lencana Emas Jer Basuki Beya

Bagikan:
Deni Wicaksono menerima Lencana Emas Jer Basuki Beya di Surabaya

SURABAYA — Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, menerima Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Senin, 12 Oktober 2026. Penghargaan diserahkan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Deni menyatakan penghargaan itu menjadi pengingat untuk merealisasikan janji politik lewat kerja nyata dan pengawalan program yang langsung bermanfaat bagi masyarakat.

Makna penghargaan bagi wakil rakyat

Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, menurut Deni, melainkan tuntutan untuk terus bekerja. Ia menegaskan bahwa mandat publik harus dijawab dengan tindakan serta perjuangan yang berkelanjutan. Seluruh upaya legislasi, penganggaran, dan pengawasan mesti diarahkan agar program benar-benar memberi dampak.

Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa amanat rakyat harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Apa yang kami perjuangkan di DPRD harus dapat dikawal menjadi program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peran DPRD: legislasi, anggaran, pengawasan

Deni, yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, menekankan keterkaitan erat antara realisasi janji politik dan tiga fungsi utama DPRD. Menurutnya, ketiganya adalah instrumen untuk memastikan kebijakan dan program sesuai kebutuhan publik.

Ia merinci bahwa melalui fungsi legislasi DPRD ikut menyusun peraturan daerah. Fungsi anggaran digunakan untuk mengawal alokasi belanja pembangunan. Sedangkan fungsi pengawasan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.

DPRD memiliki tiga fungsi utama, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ketiganya harus dijalankan secara optimal agar kebijakan dan program yang diperjuangkan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat.

Penyerapan aspirasi dan mekanisme pengawalan

Untuk memastikan kebijakan berpijak pada kebutuhan riil, Deni rutin turun ke konstituen. Pertemuan langsung berguna untuk mendengar persoalan dan merumuskan prioritas yang perlu diperjuangkan di lembaga legislatif.

Aspirasi yang terkumpul kemudian dikawal melalui mekanisme pembahasan kebijakan dan anggaran di DPRD. Deni menilai proses tersebut menuntut komitmen agar masukan masyarakat tidak sekadar tercatat, melainkan diubah menjadi program yang dapat dilaksanakan.

Kami sering turun langsung menemui konstituen untuk mendengar kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan itulah yang kemudian kami kawal melalui mekanisme di DPRD, sehingga program yang diperjuangkan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Seruan kepada generasi muda

Selain menekankan tanggung jawab wakil rakyat, Deni mengajak generasi muda aktif dalam politik. Ia mengingatkan bahwa keputusan politik memengaruhi pendidikan, lapangan kerja, pembangunan, dan layanan publik.

Generasi muda jangan apatis terhadap politik. Anak muda harus lebih jeli melihat siapa yang benar-benar bekerja dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Jangan acuh terhadap kondisi di sekitar, karena keputusan politik turut menentukan arah pembangunan dan kehidupan kita bersama.

Penutup: akuntabilitas sebagai ukuran

Deni menutup dengan mengingatkan bahwa publik berhak menilai kinerja wakil rakyat. Kepercayaan yang diberikan harus dijawab melalui kerja nyata dan komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat sepanjang masa jabatan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait