Sri Untari Terima Lencana Emas untuk Penguatan Koperasi Wanita
Surabaya — Sri Untari Bisowarno menerima Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2026). Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi atas tiga dekade perannya menggerakkan koperasi, khususnya koperasi wanita, di Jawa Timur. Penilaian melibatkan Dinas Koperasi, tokoh koperasi, dan unsur legislatif.
Proses penilaian dan reaksi penerima
Sri Untari mengaku terkejut menerima penghargaan tersebut meski memahami proses seleksinya panjang. Ia menyatakan penghargaan itu bukan miliknya semata, melainkan pengakuan terhadap perjuangan gerakan koperasi.
Terus terang, saya tidak menyangka menerima penghargaan ini. Ada proses penilaian panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Koperasi, tokoh koperasi, hingga unsur legislatif.
Jejak tiga dekade membangun koperasi
Selama lebih dari 30 tahun, Sri Untari aktif mendorong koperasi sebagai sarana membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Ia pernah menjabat Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan dikenal fokus pada pemberdayaan perempuan.
Salah satu bukti praktiknya adalah pengembangan Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (SBW) di Malang. Koperasi ini menerapkan sistem tanggung renteng, yakni mekanisme yang menekankan tanggung jawab bersama antar anggota. Model itu membantu memperkuat solidaritas dan akses ekonomi bagi perempuan anggota.
Komitmen berkelanjutan untuk ekonomi kerakyatan
Sri Untari menegaskan penghargaan ini bukan tenggat, melainkan pijakan untuk melanjutkan kerja. Ia berjanji terus mencari solusi atas persoalan ekonomi rakyat dan memperkuat peran koperasi di daerah.
Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk semakin bersungguh-sungguh bekerja untuk rakyat Jawa Timur. Saya tidak boleh putus asa dan harus terus mencari solusi.
Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur atas kepercayaan selama tiga dekade pengabdian di gerakan koperasi. Bagi Sri Untari, pengabdian itu adalah tanggung jawab yang akan dilanjutkan demi memperkuat koperasi dan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
Implikasi dan langkah ke depan
Penghargaan ini diharapkan memberi dorongan bagi aktor koperasi lain untuk memperkuat kelembagaan dan model pemberdayaan yang inklusif. Ke depan, fokus akan tetap pada peningkatan kapasitas anggota, penguatan tata kelola, dan perluasan akses pasar untuk koperasi wanita.
Konsistensi tokoh seperti Sri Untari dinilai penting untuk menjaga momentum pengembangan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di Jawa Timur.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Eri Cahyadi Targetkan Pembenahan Sekolah Negeri Surabaya hingga 2027
Wali Kota Surabaya menargetkan pembenahan SD dan SMP negeri pada 2027 setelah meninjau SDN Semolowaru IV yan...
Jawa Timur ke-81: Renny Dorong Perkuat Industri, Pertanian, Maritim, UMKM
Memasuki usia 81 tahun, Jawa Timur didorong memperkuat industri, pertanian, maritim, dan UMKM secara terinte...
DPRD Jatim: Keselamatan Penyeberangan Tak Boleh Korban Persaingan Tarif
Dewanti Rumpoko minta keselamatan penumpang penyeberangan tak dikorbankan demi persaingan tarif; tarif harus...
DPRD Kediri Dorong Warga Periksa dan Perbarui Data Desil
Anggota DPRD Kediri Yuzar Rasyid minta warga periksa dan perbarui data desil lewat kelurahan serta kenalkan...
RSUD Blambangan Raih 3 Penghargaan di National Hospital Ranking
RSUD Blambangan meraih tiga penghargaan NHR 2026 untuk layanan kardiologi, neurologi, dan onkologi, sebagai...
Deni Wicaksono: Pembangunan Jatim Harus Menjamin Kesejahteraan Rakyat
Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono: keberhasilan pembangunan harus memastikan pemerataan kesempatan dan k...