Deni Wicaksono: Pembangunan Jatim Harus Menjamin Kesejahteraan Rakyat
SURABAYA — Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan pembangunan provinsi tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan pada peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Minggu (11/10/2026). Menurut Deni, ukuran utama adalah seberapa banyak rakyat ikut maju dan merasakan manfaat pembangunan.
Data ekonomi dan realitas sosial
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,72 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026. PDRB atas dasar harga berlaku pada periode yang sama tercatat sekitar Rp930 triliun.
Namun, pertumbuhan itu belum sepenuhnya menjawab tantangan kemiskinan dan ketenagakerjaan. BPS mencatat pada Maret 2026 jumlah penduduk miskin masih mencapai 3,712 juta orang atau 9,06 persen dari total penduduk, meskipun terjadi penurunan 92,1 ribu orang dibanding September 2025.
Tantangan ketenagakerjaan
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2026 tercatat 3,42 persen. Dari 24,46 juta penduduk yang bekerja, hanya 36,18 persen yang berada di sektor formal.
Angka-angka ini menunjukkan perluasan akses terhadap pekerjaan layak dan formal masih menjadi pekerjaan rumah. Deni menilai capaian ekonomi harus diterjemahkan menjadi kesempatan yang nyata bagi masyarakat.
Arah pembangunan: inklusif dan merata
Deni mengajak pemerintah dan pemangku kepentingan memosisikan masyarakat sebagai penerima manfaat utama pembangunan. Ia menekankan pentingnya pemerataan kesempatan kerja, pendidikan berkualitas, serta peningkatan kesejahteraan keluarga.
Dalam tema Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan, mari kita maknai kemajuan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesempatan dan kesejahteraan.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar pada sektor pertanian, industri, maritim, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bisa menggerakkan pemerataan ekonomi jika diarahkan dengan tepat.
Pesan sosial dan penutup
Deni juga menyerukan agar gotong royong dan keberagaman terus dijaga sebagai modal sosial dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Mari terus merawat gotong royong, menjaga keberagaman, dan membangun Jawa Timur yang unggul tanpa meninggalkan siapa pun.
Dengan demikian, arah kebijakan ke depan perlu fokus pada program yang membuka akses kerja, pendidikan, dan peluang usaha secara merata. Hasil pembangunan baru sejati apabila manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
409 Kendaraan Dinas Bondowoso Hilang, Aset Rp9,84 Miliar
LHP BPK mencatat 409 kendaraan dinas Bondowoso hilang senilai Rp9,84 miliar; DPRD minta penetapan status huk...
Bupati Sumenep Buka AF Sport U-17, 27 Tim Bersaing ke Liga 4
Bupati Sumenep buka AF Sport U-17 di GOR A. Yani Pangligur; 27 tim kecamatan berlaga sebagai wadah pembinaan...
Tekanan Harga Solar dan Beban Pajak Ganggu Industri Makassar
Komisi VII DPR temukan beban pajak tinggi, pendapatan menurun, dan pasokan solar terbatas di Sulsel; isu ini...
Ansari Kunjungi Sekolah Rakyat Tembalang dan Beri Motivasi Siswa
Ansari meninjau Sekolah Rakyat Tembalang (10/10/2026) dan memberi motivasi pada siswa, menyentuh kisah anak...
Renny Pramana Desak Penertiban Tambang Jatim Tanpa Tebang Pilih
Renny Pramana minta penertiban tambang Jatim menyeluruh, menjamin pemulihan lingkungan, keselamatan warga, d...
Padepokan PSHT Karangan Diharapkan Jadi Pusat Pembinaan
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, berharap padepokan PSHT Karangan menjadi pusat pembinaan karakter dan...