PDIP Bentuk Tim Evaluasi Revisi UU Pemilu untuk Persiapan 2029
Jakarta — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membentuk tim khusus untuk mengevaluasi revisi UU Pemilu dan menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029. Langkah ini diumumkan pada 30 Mei sebagai bagian persiapan partai menyambut kontestasi politik lima tahunan.
Tim evaluasi: tujuan dan ruang lingkup
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengatakan tim itu bertugas menelaah aturan pemilu dan merancang persiapan partai hingga 2029. Tujuannya agar PDIP memiliki pijakan kebijakan yang jelas bila aturan kepemiluan berubah.
"Di PDI Perjuangan kita sudah membentuk tim yang akan melakukan evaluasi terhadap undang-undang pemilu dan persiapan-persiapan menuju pada Pemilu tahun 2029,"
Mengapa revisi UU penting
PDIP menilai revisi UU Pemilu akan menentukan desain penyelenggaraan pemilu: dari mekanisme pemilihan legislatif hingga pilpres dan pilkada. Karena itu, partai memantau perkembangan pembahasan sebagai bagian strategis persiapan politik.
Proses legislasi: DPR, Komisi II, atau pemerintah?
Andreas menyebut pembahasan revisi kini berada di DPR, khususnya di Komisi II. Namun ia mendengar adanya kemungkinan perubahan mekanisme, di mana pemerintah menjadi pengusul inisiatif revisi.
"Ya itu di Komisi II, tapi yang saya dengar kemarin katanya ini akan dialihkan ke pemerintah, jadi inisiatifnya adalah pemerintah,"
Peralihan inisiatif ini berpotensi mengubah dinamika pembahasan dan jadwal legislasi.
Pandangan pimpinan DPR dan tahapan pembahasan
Ketua DPR, Puan Maharani, menyatakan RUU Pemilu belum dibahas di DPR karena pembicaraan masih berlangsung di tingkat ketua umum partai politik.
"Saat ini kami masih membicarakannya dengan ketua-ketua partai politik,"
Puan menegaskan tujuan revisi adalah memastikan pemilu berlangsung jujur, adil, dan efisien, serta memberi manfaat bagi bangsa.
Ketua Komisi II, Rifqinizamy Karsayuda, mengusulkan pembahasan berlangsung dua tahap:
- Penjaringan aspirasi publik dan masukan pemangku kepentingan.
- Pembentukan Panitia Kerja (Panja) untuk membahas daftar inventarisasi masalah dan pandangan fraksi.
Hingga kini belum ada kepastian jadwal untuk forum-forum tersebut.
Implikasi dan langkah berikutnya
Dengan pembentukan tim evaluasi PDIP, persaingan politik menuju 2029 mulai mengerucut ke strategi partai dan tata aturan pemilu. Perubahan inisiatif pembahasan dan jadwal di DPR akan menentukan langkah berikutnya, baik untuk partai politik maupun penyelenggara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Labfor: Ledakan di Grand Polonia akibat Akumulasi Gas Metana
Labfor menyimpulkan ledakan di Grand Polonia akibat akumulasi gas metana; PGN hentikan aliran gas sementara...
HIMAB Rayakan Milad ke-40 dengan Silaturahmi Lintas Generasi
PP-HIMAB gelar Silaturahmi Lintas Generasi dan Milad ke-40 pada 25 Juli 2026 di Kota Jantho untuk mempererat...
Forkopimda Aceh Hentikan Pasokan BBM ke Tambang Ilegal
Forkopimda Aceh menandatangani maklumat untuk menghentikan pasokan BBM ke lokasi tambang ilegal sebagai lang...
DPRK Minta Pemko Tindak Tegas Pelanggaran GSB di Banda Aceh
DPRK Banda Aceh mendesak Pemko menindak tegas pelanggaran GSB, serta meminta pengawasan jalan, drainase, dan...
Keluarga Sakinah Jadi Madrasah Pertama, Kakanwil Kemenag Aceh
Kakanwil Kemenag Aceh menegaskan keluarga sakinah sebagai madrasah pertama untuk membentuk karakter, iman, d...
Ratusan Kader Demokrat Sabang Bersihkan Meunasah Rayakan HUT ke-25
Ratusan kader Partai Demokrat Sabang membersihkan dan mengecat Meunasah Al Jariah pada Jumat (24/7) sebagai...