Kementan Pastikan Pasokan MBM Nasional Tetap Aman
Kementerian Pertanian memastikan pasokan Meat Bone Meal (MBM) untuk pakan ternak tetap aman meski impor dari satu unit usaha Brasil dihentikan. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers di Klapanunggal, Bogor, Rabu 22 Juli 2026, untuk merespons temuan kandungan porcine pada sebagian MBM asal Brasil.
Penghentian sebagian impor dan pemeriksaan lebih ketat
Kementan menarik persetujuan untuk satu unit usaha Brasil dan membekukan sementara empat unit lain sampai penjelasan dari otoritas Brasil diterima. Langkah ini diambil setelah uji laboratorium menunjukkan adanya kandungan porcine pada MBM yang masuk ke Indonesia.
Sebagai bagian dari penguatan pengawasan, pemerintah meminta seluruh 11 negara pemasok menyertakan hasil uji PCR selain health certificate sebelum pengiriman produk ke Indonesia.
Sumber pasokan lain dan jaminan ketersediaan
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menegaskan penghentian impor dari satu unit usaha tidak akan mengganggu rantai pasok nasional. Menurutnya, kebutuhan MBM di Indonesia relatif kecil sehingga masih dapat dipenuhi oleh negara atau unit usaha lain yang memenuhi persyaratan pemerintah.
Kebutuhan MBM kita relatif kecil. Jadi pasokannya masih aman karena masih ada negara lain maupun unit usaha lain yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut
Agung menyampaikan pernyataan itu saat konferensi pers di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Tindakan teknis dan dampak terhadap industri
Pemerintah mengambil beberapa langkah teknis untuk menjaga keamanan dan kontinuitas pasokan:
- Mencabut persetujuan satu unit usaha asal Brasil yang produknya terbukti mengandung porcine.
- Membekukan sementara empat unit usaha lainnya hingga ada klarifikasi dari otoritas Brasil.
- Meminta bukti uji PCR disertakan bersama health certificate dari seluruh negara pemasok.
- Melakukan pemusnahan terhadap produk yang tidak memenuhi persyaratan.
Sebagai bukti tindakan pengamanan, Badan Karantina Indonesia memusnahkan 312 ton MBM asal Brasil senilai sekitar Rp2,4 miliar setelah uji laboratorium menemukan kandungan porcine. Produk tersebut negatif terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Salmonella, namun tetap tidak memenuhi persyaratan impor.
Prospek ke depan
Kementan menegaskan fokusnya pada dua hal: menjaga keamanan produk impor dan memastikan ketersediaan bahan baku pakan. Penguatan protokol pemeriksaan dan diversifikasi sumber impor diharapkan mempertahankan stabilitas pasokan MBM bagi industri pakan nasional.
Dengan langkah pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap potensi gangguan pasokan dapat diminimalkan tanpa mengorbankan keamanan pangan dan kesehatan hewan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolri: Berbeda Seragam, Satu Hati Menjaga Negeri — HUT TNI ke-81
Kapolri Suyudi tegaskan TNI dan Polri tetap "satu hati" menjaga Indonesia menjelang HUT TNI ke-81, 5 Oktober...
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...
Mendag: Perlindungan Hak Pekerja Bukan Instrumen Politik
Mendag Budi Santoso menegaskan perlindungan hak pekerja bukan alat politik dan menekankan penanganan kerja p...
Produksi Padi Jan–Agust 2026 Capai 43,89 Juta Ton
Produksi padi Januari–Agustus 2026 tercatat 43,89 juta ton GKG, naik 0,07%; luas panen 8,32 juta ha dan prod...
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...