DPRD Bentuk Pansus Optimalisasi PAD Kabupaten Langkat
Langkat — DPRD Kabupaten Langkat resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam rapat paripurna yang digelar Selasa, 23 Juni, di ruang sidang DPRD Kabupaten Langkat. Pembentukan pansus bertujuan memperkuat kemampuan daerah menggali, mengelola, dan mengembangkan sumber pendapatan untuk mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan layanan publik.
Rapat paripurna dan peserta
Rapat dipimpin Ketua DPRD Langkat, Sri Bana Perangin Angin, S.E., dan dihadiri unsur pimpinan DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah, anggota DPRD, kepala perangkat daerah, serta para camat se-Kabupaten Langkat. Agenda utama adalah pembahasan dan persetujuan pembentukan pansus terkait optimalisasi PAD.
Alasan pembentukan pansus
Pembentukan pansus dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Langkah ini dinilai penting terutama mengingat kebutuhan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik yang terus meningkat.
Dukungan Pemerintah Kabupaten
Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, S.H., menyambut baik inisiatif DPRD. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung pansus dengan menyediakan data dan informasi yang diperlukan selama proses pembahasan berlangsung.
"Pemerintah Kabupaten Langkat menyambut baik pembentukan Panitia Khusus Optimalisasi PAD ini. Kami berharap pansus dapat menjadi wadah untuk melakukan kajian yang komprehensif, mendalam, dan objektif terhadap seluruh sumber pendapatan daerah, sekaligus memberikan rekomendasi yang konstruktif guna meningkatkan kapasitas fiskal Kabupaten Langkat," ujar Tiorita.
Wakil Bupati juga menekankan bahwa proses peningkatan PAD membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya pemerintah daerah.
"Optimalisasi PAD bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, kami siap berkolaborasi dengan DPRD melalui pansus ini demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan efisien," tambahnya.
Tugas strategis Pansus Optimalisasi PAD
Pansus yang dibentuk DPRD memiliki beberapa tugas utama untuk mendorong peningkatan PAD Kabupaten Langkat, antara lain:
- Melakukan pembahasan dan pengkajian terhadap kebijakan serta pelaksanaan pengelolaan PAD.
- Menginventarisasi potensi dan hambatan dalam peningkatan pendapatan daerah.
- Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan perangkat daerah maupun pihak terkait.
- Menyusun rekomendasi strategis yang aplikatif untuk optimalisasi PAD.
- Menyiapkan dan menyampaikan laporan hasil kerja kepada pimpinan DPRD Kabupaten Langkat.
Harapan dan implikasi
Pembentukan pansus diharapkan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Dengan meningkatnya kapasitas fiskal, pemerintah daerah memiliki ruang lebih besar untuk membiayai program pembangunan, memperbaiki pelayanan publik, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati optimistis bahwa kerja sama yang solid antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Langkat akan menjadi modal penting untuk mewujudkan peningkatan PAD yang signifikan di masa depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Cinta, Siswi SD Harapan 1 Medan, Raih Puluhan Prestasi Akademik dan Nonakademik
Luvena "Cinta" siswi SD Harapan 1 Medan konsisten raih prestasi akademik dan lomba nasional sejak 2019 hingg...
DPRD Bandung Kunjungi Bapenda Medan, Fokus Optimalisasi PAD
DPRD Kota Bandung berkunjung ke Bapenda Medan pada 19/8 untuk mempelajari strategi optimalisasi PAD, termasu...
Rico Waas: PWPM Harus Profesional dan Beradaptasi Teknologi
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong PWPM profesional dan adaptif ke platform digital saat Raker I PWPM Medan...
10.003 Peserta Meriahkan Pawai Alegoris HUT ke-81 di Langsa
Sebanyak 10.003 peserta dari 105 satuan pendidikan meriahkan Pawai Alegoris, Sepeda Hias, dan Becak Hias HUT...
Sumut: Siswi Keracunan MBG, 120 Rumah Rusak, dan Gempa M6.1
Siswi dirawat dugaan keracunan MBG; 120 rumah rusak di Medan Johor; gempa M6.1 guncang perairan Nias Selatan...
BMA Salurkan Rp32,16 Miliar untuk 6.431 Pelaku Usaha di Aceh
BMA menyalurkan Rp32,155 miliar untuk 6.431 pelaku usaha Aceh hingga Agustus 2026; BMA minta lapor polisi bi...