Lokal

Rutan Tanjung Gusta Medan Gandeng PKBM untuk Penyetaraan Pendidikan

Bagikan:
Penandatanganan PKS antara Rutan Kelas I Medan dan PKBM Bina Tunas Muda Cakrawala di Aula Sahardjo

MEDAN — Rumah Tahanan Negara Tanjung Gusta Medan menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PKBM Bina Tunas Muda Cakrawala pada Selasa (23/6) di Aula Sahardjo Rutan Kelas I Medan untuk menyelenggarakan program penyetaraan pendidikan bagi narapidana. Kerja sama ini bertujuan memenuhi hak pendidikan 21 warga binaan dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.

Ruang lingkup kerja sama

Perjanjian kerja sama mengatur pelaksanaan program pendidikan kesetaraan sesuai jenjang yang dibutuhkan warga binaan. Pelaksanaan akan dikelola bersama antara Rutan Kelas I Medan dan pengelola PKBM dengan mekanisme yang disepakati dalam PKS.

Peserta dan acara penandatanganan

Program rencananya diikuti oleh 21 warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Penandatanganan berlangsung di Aula Sahardjo dan dihadiri Kepala Rutan Kelas I Medan, Kepala PKBM, Ketua Yayasan PKBM, serta jajaran pegawai Rutan dan pengelola PKBM.

Pernyataan narasumber

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menegaskan pendidikan adalah hak dasar yang harus dipenuhi selama masa pidana. Ia menjelaskan bahwa program ini memberi bekal agar warga binaan lebih siap saat reintegrasi.

“Melalui kerja sama ini, narapidana yang belum menyelesaikan pendidikan formal dapat mengikuti program pendidikan kesetaraan sesuai jenjang yang dibutuhkan, sehingga memiliki bekal yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Andi Surya.

Kepala PKBM Bina Tunas Muda, Mawarni, menyatakan pihaknya siap memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan inklusif kepada seluruh peserta didik, termasuk warga binaan. Ketua Yayasan PKBM Bina Tunas Muda Cakrawala, Achyantito, menegaskan peran pendidikan dalam membentuk karakter dan keterampilan.

“Karena itu, yayasan siap mendukung pelaksanaan program penyetaraan pendidikan di lingkungan Rutan Kelas I Medan,” kata Achyantito.

Manfaat dan prospek

Program ini diharapkan berjalan optimal dan menjadi bagian dari pembinaan untuk meningkatkan kualitas hidup narapidana. Dengan memperoleh pendidikan setara, mereka berpeluang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat.

Pelaksanaan teknis, jadwal pelajaran, dan evaluasi program akan disusun bersama oleh tim Rutan dan PKBM untuk menjamin layanan pendidikan yang efektif bagi peserta.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait