Lokal

Pemko Pematangsiantar Beri Dukungan Psikososial Korban Kebakaran Pasar Dwikora

Bagikan:
Petugas DSP3A memberikan konseling kepada korban kebakaran Pasar Dwikora di Kantor Camat Siantar Utara

Pematangsiantar — Pemerintah Kota Pematangsiantar memberikan layanan dukungan psikososial bagi korban kebakaran Pasar Dwikora pada Senin (22/6). Kegiatan berlangsung di Kantor Camat Siantar Utara sebagai upaya pemulihan kondisi psikologis warga yang terdampak trauma. Intervensi ini dilakukan oleh petugas dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Pemko Pematangsiantar.

Layanan dan aktivitas

Petugas DSP3A menggelar serangkaian aktivitas pemulihan psikososial untuk korban kebakaran. Pendekatannya meliputi pendampingan emosional dan konseling sederhana. Kegiatan dirancang agar responsif terhadap kebutuhan warga pascabencana.

  • Pemulihan psikososial
  • Pendampingan emosional
  • Konseling sederhana

Tujuan intervensi

Tujuan utama layanan ini adalah membantu warga mengurangi tingkat stres dan kecemasan setelah musibah. Upaya itu juga bertujuan menjaga stabilitas psikologis selama masa tanggap darurat dan pemulihan. Dengan langkah ini, pemerintah berharap proses pemulihan fisik dan sosial berjalan lebih lancar.

Pernyataan pejabat

Kepala DSP3A, Agustina Bulan Lama Sihombing, menyebut layanan psikososial sebagai bagian penting penanganan korban bencana. Ia menekankan agar aspek kesehatan mental tidak luput dari perhatian saat menanggapi musibah.

“Selain memenuhi kebutuhan dasar para korban kebakaran, pemerintah berupaya memastikan kesehatan mental warga tetap terjaga selama masa tanggap darurat dan pemulihan.”

“Seperti kita ketahui bersama, bencana merupakan peristiwa traumatis dan menimbulkan dampak yang merugikan bagi manusia dan lingkungannya. Aspek psikososial sebagai salah satu dampak bencana mulai mendapatkan perhatian dan penanganan dari pemerintah, masyarakat serta lembaga-lembaga yang bekerja dalam penanggulangan bencana.”

Dampak dan tindak lanjut

Pemberian layanan ini merupakan langkah awal pemulihan psikologis korban. Pendampingan emosional dan konseling sederhana diharapkan mencegah gangguan psikologis lebih lanjut. Pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan terus memantau kondisi warga selama periode pemulihan.

Layanan psikososial menjadi bagian dari respons menyeluruh untuk mengatasi dampak kebakaran. Fokus pada kesehatan mental dianggap krusial agar korban dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait