Ekonomi

PNM Buka Akses Pasar untuk Usaha Ultra Mikro di Final PFL 2026

Bagikan:
Nasabah PNM menjajakan produk di area Grand Final PFL 2026

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membuka ruang bagi pelaku usaha ultra mikro untuk berjualan langsung pada Grand Final Pro Futsal League (PFL) 2026. Sebanyak 20 nasabah PNM Mekaar berjualan di area penyelenggaraan selama gelaran, memanfaatkan ajang sebagai peluang memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

PNM hadir sebagai sponsor dan fasilitator pasar

Sebagai sponsor utama PFL 2026, PNM tidak hanya mendukung penyelenggaraan kompetisi. Perusahaan juga menyediakan akses pasar bagi pemberdayaan ekonomi mikro. Langkah ini ditujukan untuk membuka kesempatan penjualan dan mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen dari berbagai daerah.

Keberadaan stan usaha di arena pertandingan diharapkan memberi pengalaman berjualan di acara berskala nasional. Dengan demikian, usaha kecil mendapat eksposur lebih luas sekaligus potensi pelanggan baru.

Dampak bagi pelaku usaha ultra mikro

Kesempatan berjualan pada acara besar seperti Grand Final PFL dapat meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Akses pasar yang lebih luas juga menjadi alternatif menghadapi tekanan ekonomi harian dan keterbatasan akses ke pembiayaan formal.

Selain modal, PNM menekankan pentingnya pendampingan usaha agar modal digunakan efektif dan keberlanjutan usaha terjaga. Fasilitasi semacam ini membantu pelaku usaha menghindari pembiayaan berbunga tinggi dan praktik pinjaman tidak formal.

Kisah Iin Sutiyani, nasabah dari Yogyakarta

Salah satu peserta, Iin Sutiyani dari Yogyakarta, membawa cerita perjuangan menjaga usaha kecil demi penghidupan keluarga. Ia menceritakan tekanan ekonomi yang berat sebelum bergabung PNM Mekaar dan bagaimana akses modal yang lebih aman mengubah kondisi usahanya.

“Dulu, setiap hari rasanya seperti dikejar waktu dan tagihan pinjaman harian yang terus datang,” kata Iin.

Iin menjelaskan bahwa setelah mendapatkan pembiayaan dan pendampingan, ia mampu menata usaha lebih rapi dan merencanakan pengembangan. Ia menyebut kesempatan berjualan di Final PFL 2026 sebagai kebanggaan tersendiri.

“Sekarang bisa berjualan di Grand Final PFL 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujarnya.

Komitmen PNM dalam pemberdayaan

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan program pemberdayaan tidak berhenti pada penyaluran modal saja. Menurutnya, membuka akses pasar dan kesempatan bertumbuh sama pentingnya untuk menguatkan ekonomi keluarga dan komunitas sekitar.

“Bagi perempuan ultra mikro, modal bukan sekadar uang tetapi juga kesempatan untuk melangkah lebih kuat,” kata Kindaris.

Melalui kehadiran 20 nasabah di Grand Final PFL 2026, PNM berharap muncul lebih banyak kisah inspiratif dan bahwa usaha kecil dapat terus berkembang serta berkontribusi pada ekonomi akar rumput.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait