IHSG Turun ke 6.096,5 pada Sesi Pertama, Investor Tunggu MSCI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Pada awal sesi pertama, IHSG tercatat di level 6.096,5, turun sekitar 20,19 poin atau 0,33 persen dari penutupan sebelumnya.
Ringkasan pergerakan dan aksi asing
Pergerakan turun ini melanjutkan sentimen negatif dari hari sebelumnya. Sehari sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,98 persen atau 60,45 poin ke level 6.116,69, disertai aksi net sell asing senilai Rp1,11 triliun.
Beberapa emiten yang menjadi sasaran jual asing antara lain:
- BBRI
- TPIA
- BBNI
- TLKM
- BMRI
"IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas di area support 6.080-6.065," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Faktor eksternal: AS dan Asia
Bursa saham Amerika Serikat anjlok pada penutupan Senin 22 Juni 2026. Penurunan dipicu aksi jual besar-besaran pada saham teknologi big cap, yang menekan sentimen global.
Di Asia, pasar berakhir beragam. Perkembangan negosiasi damai antara AS dan Iran di Swiss memengaruhi suasana pasar, setelah delegasi Iran melakukan walk out menyusul pernyataan ancaman dari Presiden AS.
Kebijakan moneter Tiongkok
Bank sentral Tiongkok, People’s Bank of China (PBOC), mempertahankan suku bunga acuan pinjaman sesuai ekspektasi pasar. LPR tenor satu tahun tetap di level 3,00% dan LPR tenor lima tahun dipertahankan di 3,50%. Kebijakan ini dianggap stabil bagi prospek likuiditas regional namun belum mampu mengangkat sentimen risk-on.
Sentimen domestik: MSCI dan S&P
Pelaku pasar domestik kini menantikan hasil Annual Market Classification Review dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pengumuman review akan disampaikan pada Rabu, 24 Juni 2026.
"Ini akan memastikan apakah pasar modal Indonesia masih masuk kategori emerging market," ujar tim analis Phintraco Sekuritas.
Selain itu, pasar juga memantau hasil review Standard & Poor’s (S&P) Global Standards terhadap peringkat Indonesia, yang dapat memengaruhi aliran modal asing.
Dampak dan prospek
Dengan kombinasi penurunan di pasar global, aksi jual asing, dan ketidakpastian atas hasil review MSCI, IHSG berpeluang melemah terbatas dalam sesi selanjutnya. Pelaku pasar kemungkinan akan bersikap berhati-hati hingga kepastian aliran modal asing terlihat jelas.
Pergerakan level support 6.080-6.065 menjadi area pengujian penting bagi sentimen jangka pendek, sementara pengumuman MSCI dan ulasan S&P akan menjadi penentu arah di hari-hari mendatang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...