Sinopsis 'Jangan Buang Ibu': Drama Keluarga tentang Pengorbanan
Jangan Buang Ibu adalah film drama keluarga yang mengangkat kisah pengorbanan seorang ibu tunggal.
Film ini disutradarai Hadrah Daeng Ratu, diproduseri Agung Saputra, dan naskahnya ditulis Widya Arifianti. Produksi hadir menjelang Hari Raya Iduladha untuk mendorong refleksi soal kebersamaan keluarga.
Premis singkat
Cerita berpusat pada Ristiana, diperankan oleh Nirina Zubir, seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anak setelah kematian suaminya. Ia bertahan hidup dengan bekerja keras sambil menanggung kewajiban finansial yang ditinggalkan sang suami.
Situasi keluarga berubah ketika sebuah keputusan penting memicu gesekan antarkeluarga. Dampaknya, muncul jarak emosional yang sebelumnya tidak ada antara Ristiana dan anak-anaknya.
Pemeran dan peran
Film menampilkan pemeran utama dan pendukung yang melengkapi dinamika keluarga dalam kisah ini. Para aktor berusaha menghadirkan konflik dan harapan yang realistis.
- Nirina Zubir sebagai Ristiana
- Refal Hady sebagai Tama
- Amanda Manopo sebagai Dewi
- Saputra Kori sebagai Tria
- Basmalah Gralind, Dwi Sasono, Erika Carlina, Saskia Chadwick (peran pendukung)
- Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Nunung, Ingrid Widjanarko (penampilan tambahan)
Kisah dan konflik
Konflik muncul ketika anggota keluarga harus memilih antara kepentingan pribadi dan tanggung jawab terhadap keluarga. Perubahan itu memperlihatkan keretakan hubungan yang menguji kesetiaan dan kasih sayang.
Perjuangan Ristiana menggambarkan beban emosional dan ekonomi yang sering dihadapi keluarga setelah kehilangan figur penopang. Di tengah tekanan, muncul kerinduan mendalam akan keakraban lama yang memotivasi upaya perbaikan.
Pesan film dan tanggal tayang
Film ini mengajak penonton merenungkan bakti, pengorbanan, dan pentingnya merawat hubungan keluarga. Tema tersebut dibawakan dengan nuansa emosional yang menyentuh dan relevan menjelang hari raya.
Jangan Buang Ibu dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026. Penonton dapat mengharapkan drama keluarga yang sarat pesan tentang kasih sayang dan kesempatan memperbaiki hubungan.
Kesimpulan
Dengan fokus pada dinamika keluarga dan pilihan sulit yang menghadang, film ini menawarkan potret emosional tentang pengorbanan seorang ibu. Cerita membuka pertanyaan penting tentang apakah hubungan masih bisa dipulihkan sebelum terlambat.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Lee Si An Menang Gugatan Kontrak, Pengadilan Tolak Tuntutan Agensi
Pengadilan Seoul menolak tuntutan agensi terhadap Lee Si An, menyatakan perjanjian tambahan kontrak tidak sa...
No Na dan Jebung Rilis 'Rollerblade Remix' Usai Viral
No Na merilis 'Rollerblade Remix' bersama Jebung setelah video Open Verse Challenge-nya viral dan mendapat j...
Supergirl Tayang 24 Juni 2026, Petualangan Kosmik Kara
Film 'Supergirl' tayang 24 Juni 2026 di Indonesia; adaptasi Tom King bawa Kara Zor-El jalani petualangan ant...
Tim Oliver Tree Siapkan Hibah Seni 'Extremely Epic Grant'
Tim Oliver Tree umumkan hibah seni 'Extremely Epic Grant' untuk mendukung kreator, sesuai keinginan terakhir...
Netflix Garap 'First Doctor' soal Departemen Bedah Anak Terancam
Netflix umumkan serial 'First Doctor' tentang departemen bedah anak yang terancam tutup; Jung Ryeo Won pimpi...
Makna Lirik 'Sesi Potret': Kehilangan dan Penyesalan yang Menyentuh
Lagu 'Sesi Potret' oleh Eńau dan Ari Lesmana viral karena liriknya tentang perantau yang pulang dan mendapat...