Wamenkomdigi: Pancasila Kunci Hadapi Ancaman di Ruang Digital
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila untuk menjaga persatuan dan menangkal ancaman di ruang digital. Pernyataan ini disampaikan saat ia menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026. Ia menilai Pancasila merupakan pedoman dalam menghadapi disinformasi, ujaran kebencian, intoleransi, dan penyalahgunaan teknologi.
Pancasila sebagai pedoman di era digital
Angga menyatakan bahwa di tengah transformasi digital, nilai-nilai kebangsaan harus menjadi landasan setiap tindakan. Menurutnya, Pancasila bukan sekadar slogan, melainkan panduan praktis untuk memperkuat kesatuan nasional saat arus informasi semakin deras.
Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam tindakan nyata. Bukan hanya dihafalkan, bukan hanya mantra yang kita sebutkan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Tantangan yang muncul di ruang digital
Wamenkomdigi mengurai beberapa tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi. Ia menyebut penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, dan intoleransi sebagai ancaman yang dapat meretakkan solidaritas sosial. Selain itu, ada potensi penyalahgunaan teknologi yang memperburuk polarisasi masyarakat.
Ia menekankan bahwa tantangan tersebut bukanlah hal baru secara esensi, melainkan bentuk baru dari ancaman terhadap persatuan. Dengan landasan Pancasila, menurut Angga, negara dan masyarakat bisa menanggulangi dampak negatif digitalisasi.
Arahan kebijakan dan harapan
Dalam arahannya, Angga meminta agar ruang digital tidak menjadi arena yang memperuncing perbedaan. Ia mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat persatuan, membuka akses pendidikan, dan mendorong kreativitas serta inovasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Jangan sampai kemajuan teknologi menjauhkan kita dari nilai-nilai luhur bangsa. Sebaliknya, jadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan kreativitas dan membangun Indonesia yang lebih maju.
Implikasi dan prospek
Penekanan Wamenkomdigi pada Pancasila memberi sinyal bahwa upaya digital governance ke depan akan menempatkan nilai kebangsaan sebagai pijakan. Hal ini mencakup pendidikan digital, literasi media, dan penguatan kebijakan yang mencegah penyalahgunaan teknologi.
Ke depan, implementasi nilai-nilai Pancasila di ruang digital akan menjadi tolok ukur keberhasilan transformasi digital yang inklusif dan menjaga kohesi sosial. Pemerintah dan masyarakat diharapkan bekerja sama mewujudkan tujuan tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...