Lokal

Pameran Hari Jadi Taput Jadi Ruang Belajar untuk Petani

Bagikan:
Bupati Tapanuli Utara mengunjungi stand UMKM dan pameran pertanian di Gedung Serbaguna Tarutung

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengubah konsep pameran pembangunan pada peringatan Hari Jadi ke-81 menjadi ruang belajar bagi petani. Pameran yang digelar 25–26 September 2026 di Gedung Serbaguna Tarutung tidak hanya memajang hasil pertanian, tetapi menampilkan edukasi tentang varietas, benih, pupuk, pengendalian hayati, dan teknologi budidaya agar petani mendapat akses pengetahuan langsung.

Konsep pameran: dari pajangan ke edukasi

Perubahan konsep dilatarbelakangi kebutuhan untuk lebih merefleksikan realitas lapangan. Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, mengatakan pameran selama ini cenderung menonjolkan komoditas terbaik yang justru tidak mewakili kondisi umum petani.

"Kita mengkaji, selama ini kalau pameran dilakukan, setiap kecamatan selalu menonjolkan hasil-hasil terbaik. Memang ada yang benar-benar dihasilkan petani kita, tetapi tidak seluruhnya menggambarkan kondisi di lapangan,"

Menurut Jonius, ada kecenderungan memajang hasil pilihan atau barang dari daerah lain semata untuk kebutuhan pameran. Oleh sebab itu, orientasi kini bergeser ke pemberian pengetahuan praktis yang bisa diaplikasikan petani di sawah dan ladang.

Isi stand: informasi teknis dan ruang interaksi

Stand-stand pameran tidak sekadar menampilkan produk akhir. Mereka menghadirkan informasi teknis tentang varietas unggul, benih, pupuk, pestisida, dan teknologi budidaya modern. Pelaku UMKM juga mendapat ruang untuk memperkenalkan produk olahan dan pemasaran.

"Yang kita tonjolkan sekarang adalah edukasinya. Petani bisa melihat, belajar, bertanya, bahkan mempraktikkannya di lahan mereka,"

Hadirnya perusahaan swasta di sektor pertanian membuat petani dapat berinteraksi langsung dengan penyedia input dan ahli teknis, sehingga transfer pengetahuan berlangsung lebih efektif.

Perusahaan yang terlibat

Untuk menguatkan konsep ini, Pemkab menggandeng sejumlah perusahaan penyedia benih, pupuk, dan perlindungan tanaman. Beberapa peserta antara lain:

  • PT Bisi (benih jagung)
  • PT Syngenta (perlindungan tanaman)
  • PT Rabana (perlindungan tanaman)
  • PT Panah Merah (benih)
  • PT Bintang Asia (benih)
  • PT Etong (produk pertanian)
  • PT Bayer (produk perlindungan tanaman)
  • PT Corteva (benih jagung Pioneer)
  • PT Merauke Tetap Jaya (pupuk Mutiara)

Target: petani membawa ilmu, bukan sekadar cerita

Jonius menekankan bahwa keberhasilan pameran tidak diukur dari tampilan hasil panen semata, melainkan dari sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dibawa pulang dan diterapkan di lapangan.

"Kalau petani pulang membawa ilmu dan kemudian menerapkannya di lahannya, itu yang kita harapkan. Karena pada akhirnya yang kita bangun bukan hanya pamerannya, tetapi kemampuan petani untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraannya,"

Dengan pendekatan ini, Pemkab Tapanuli Utara berharap pameran menjadi bagian dari upaya penguatan hulu pertanian: meningkatkan kualitas input, adopsi teknologi, dan kapasitas pengambilan keputusan oleh petani. Jika berhasil, langkah ini diharapkan mendorong perubahan praktik budidaya yang lebih produktif dan berkelanjutan di daerah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait