Kemenbud-Antara Buka Pameran Kilas Balik Proklamasi dan Mata Uang
Kementerian Kebudayaan melalui Perum LKBN Antara meresmikan Pameran Kilas Balik Proklamasi dan Perjalanan Mata Uang sebagai Saksi Kemerdekaan pada Minggu, 16 Agustus 2026 di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat. Pameran ini menampilkan 38 buku MERDEKA yang dialih rupa oleh Galeri Foto Jurnalistik Antara dan menjadi bagian rangkaian Tapak Tilas Proklamasi Kemerdekaan 2026.
Isi pameran dan koleksi historis
Pameran memamerkan 38 buku yang pernah diabadikan sebelumnya di Museum Monumen Pers, Solo, pada 2009. Koleksi ini juga menyertakan testimoni almarhum Rosihan Anwar, yang tercatat sebagai Redaktur Pelaksana Harian Merdeka ketika buku itu pertama kali ditampilkan pada 1946.
Pengunjung dapat melihat tata ulang buku-buku bersejarah tersebut dalam format foto jurnalistik, sehingga narasi visual memperkuat konteks politik dan kebudayaan saat proklamasi.
Perjalanan mata uang: 1.500 tahun numismatik Nusantara
Selain kilas balik proklamasi, museum menampilkan pameran bertajuk "1500 Tahun Numismatik Nusantara". Pameran ini menggambarkan evolusi uang dari berbagai periode sejarah Nusantara dan peranannya dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
"Setiap keping koin dan lembar uang kertas menjadi saksi denyut ekonomi serta dinamika peradaban Nusantara dari masa ke masa,"
Koleksi numismatik menunjukkan bagaimana perubahan desain dan peredaran mata uang mencerminkan perkembangan ekonomi, identitas, dan kedaulatan bangsa.
Tujuan pameran dan konteks kegiatan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan pameran ini merupakan bagian dari rangkaian Tapak Tilas Proklamasi Kemerdekaan 2026 yang melibatkan kerja sama antara Kemenbud, LKBN Antara, dan Asosiasi Museum Indonesia.
"Kami bekerja sama dengan LKBN Antara, dan juga Asosiasi Museum Indonesia,"
Menurut Menbud, pameran bertujuan memperlihatkan bahwa perjalanan sejarah Indonesia tidak hanya soal perjuangan politik, tetapi juga perkembangan ekonomi dan kebudayaan.
Tradisi Tapak Tilas dan nilai edukatif
Tapak Tilas Kemerdekaan adalah program tahunan Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang mengajak publik menelusuri jejak perjuangan para tokoh bangsa dalam mempersiapkan Proklamasi. Tradisi ini berakar dari awal 1980-an dan mengiringi pendirian museum pada 24 November 1992.
"Setiap tanggal 16 Agustus, tradisi ini memikirkan sejarah panjang pada awal tahun 1980-an. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dewan Harian Nasional 1945 seiring berdirinya Museum Perumusan Naskah Proklamasi pada tanggal 24 November 1992,"
ujar Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan.
Pameran ini menghadirkan sudut pandang baru untuk memahami kemerdekaan, menggabungkan arsip jurnalistik, testimoni tokoh, dan koleksi numismatik sebagai bukti sejarah yang hidup.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menko PMK Prioritaskan Pemulihan Infrastruktur Pascagempa di NTT
Menko PMK Pratikno prioritaskan penyelamatan warga dan pemulihan fungsional jalan, jembatan, rumah sakit, li...
Kemenbud Gelar Tapak Tilas Proklamasi 2026 di Museum Naskah
Kemenbud menyelenggarakan Tapak Tilas Proklamasi 2026 di Museum Naskah Proklamasi untuk mengenang peran pemu...
P2MP Kirim Tim dan Logistik untuk Korban Gempa NTT
P2MP segera mengirim tim dan bantuan logistik untuk korban gempa di NTT, termasuk obat, pakaian, selimut, da...
Komisi X Minta Anggaran Pendidikan 2027 Perkuat Kesejahteraan Guru
Komisi X DPR minta anggaran pendidikan 2027 fokus pada kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, bukan han...
Pemerintah Percepat Tanggap Darurat dan Rekonstruksi Gempa NTT
Menko PMK Pratikno pastikan dukungan penuh pemerintah pusat untuk percepatan tanggap darurat hingga rekonstr...
HUT ke-81: Warga Bernama Agus di Bogor Bisa Buat SIM Gratis
Satlantas Polresta Bogor Kota gratiskan pembuatan SIM untuk warga bernama Agus lahir 17 Agustus, berlaku pad...