Nasional

Digitalisasi Perluas Akses Belajar Siswa Asmat

Bagikan:
Siswa dan guru menggunakan perangkat pembelajaran digital di sekolah terpencil Asmat

Direktorat SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Penyesuaian infrastruktur untuk wilayah terpencil

Tim Teknis Direktorat SMP menilai pendekatan infrastruktur harus responsif terhadap kondisi lokal. Sekolah yang membutuhkan akses internet mendapat dukungan koneksi satelit, sedangkan sekolah tanpa listrik memperoleh bantuan panel surya.

"Untuk wilayah tertentu itu ada bantuan tambahan. Ada satelit, bantuan untuk akses internet. Yang kedua adalah solar panel untuk sekolah-sekolah yang memang masih sama sekali belum ada akses listrik," ujar Sari Nurlita usai kegiatan di Agats, Kabupaten Asmat.

Pemanfaatan perangkat digital (PID) dalam pembelajaran

Direktorat SMP juga menekankan bahwa perangkat digital harus disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa di Asmat. Perangkat ini dirancang untuk dipakai secara interaktif agar melatih kompetensi dasar siswa.

Penggunaan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran (PID) mencakup latihan membaca, menulis, dan berhitung. PID dapat menjadi media latihan praktis yang menggantikan papan tulis konvensional di kondisi tanpa kertas.

"Kalau misalnya mau belajar menulis, PID bisa jadi papan tulis anak-anak. Mereka bisa latihan menulis di papan, pakai jari mereka," kata Sari.

Pendampingan guru dan keberlanjutan pemanfaatan

Sari menekankan bahwa transformasi digital tidak cukup dengan menghadirkan perangkat semata. Guru harus mendapatkan pendampingan agar mampu memadukan teknologi, konten, dan strategi pembelajaran.

Program ini juga menargetkan keberlanjutan pemanfaatan perangkat di sekolah-sekolah Asmat. Dukungan teknis dan pelatihan diharapkan menjamin penggunaan teknologi secara berkelanjutan sehingga manfaatnya terasa bagi siswa.

Dampak dan prospek ke depan

Dengan kombinasi koneksi satelit, panel surya, perangkat PID, dan pendampingan guru, Direktorat SMP berharap hambatan geografis dapat diminimalisir. Langkah ini membuka peluang materi pembelajaran yang lebih beragam dan interaktif bagi siswa di wilayah terpencil.

Ke depan, fokus akan diarahkan pada penguatan kapasitas guru dan monitoring pemanfaatan agar investasi teknologi benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran di Asmat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait