Mensos Ajak Publik Kunjungi Open House Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengundang masyarakat untuk mengunjungi Open House Sekolah Rakyat yang berlangsung pada Juli–Agustus 2026 di berbagai daerah. Kementerian Sosial membuka akses agar publik dapat melihat langsung proses pembelajaran bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Agenda Open House dan undangan publik
Open House dirancang sebagai sarana publik mengenal program pendidikan yang dijalankan di Sekolah Rakyat. Kegiatan ini bertujuan memperkuat dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan dan pengembangan program.
"Kami mengundang para tokoh nasional maupun daerah, para aktivis non-government. Penggiat pendidikan, para pemuda, tokoh perempuan, dan aktivis perempuan untuk bisa," — Saifullah Yusuf
"Melihat secara langsung kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat. Kegiatan open house ini akan berlangsung pada bulan Juli dan Agustus yang akan datang." — Saifullah Yusuf
Evaluasi program dan dampak pada siswa
Kemensos melakukan evaluasi setelah hampir 11 bulan pelaksanaan program. Hasil pemantauan menunjukkan perkembangan positif pada aspek akademik dan karakter siswa.
Menurut Mensos dan Wakil Menteri Sosial, kunjungan ke beberapa Sekolah Rakyat menemukan peningkatan kemampuan siswa di sains, bahasa, sosial, olahraga, dan seni. Perubahan juga terlihat pada kondisi fisik dan kesehatan mental siswa.
- Lebih sehat dan disiplin
- Meningkatkan kepercayaan diri
- Lebih optimis terhadap masa depan
- Lebih rajin beribadah dan membantu orang tua di rumah
Target pendaftaran dan rencana perluasan
Pemerintah menargetkan lebih dari 32 ribu siswa mengikuti Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027. Namun hingga awal Juni 2026, jumlah calon siswa yang terjaring telah mencapai lebih dari 42 ribu anak.
Kemensos juga menyiapkan puluhan Sekolah Rakyat permanen yang direncanakan beroperasi pada tahun ajaran mendatang. Fasilitas permanen diharapkan memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.
Harapan dan langkah ke depan
Melalui Open House, pemerintah berharap publik dapat melihat proses pembelajaran dan pembinaan karakter secara langsung. Kegiatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung kualitas pendidikan dan upaya pengentasan kemiskinan.
Kemensos berharap dukungan publik dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...