Mensos: Siswa Sekolah Rakyat Lebih Sehat dan Percaya Diri
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan program Sekolah Rakyat menunjukkan hasil positif setelah hampir 11 bulan berjalan. Pernyataan disampaikan di Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026, usai pemantauan lapangan yang mencatat perkembangan akademik, kesehatan, dan karakter siswa.
Hasil pemantauan setelah 11 bulan
Saifullah Yusuf mengatakan ia dan Wakil Menteri Sosial telah melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk meninjau pelaksanaan program. Dari hasil pantauan, proses pembelajaran dinilai berjalan baik dan sejumlah siswa sudah meraih prestasi dalam berbagai bidang.
"Saya dan Pak Wamen sudah keliling ke berbagai daerah untuk melihat perjalanan 11 bulan pembelajaran Sekolah Rakyat. Secara umum telah berjalan dengan baik dan siswa-siswanya sebagian sudah bisa berprestasi,"
Perubahan kesehatan dan perilaku siswa
Menurut Mensos, perubahan paling mencolok tampak pada kondisi fisik dan mental siswa. Mereka kini lebih bugar, disiplin, dan memiliki rasa percaya diri yang lebih kuat dibandingkan sebelum mengikuti program.
"Secara fisik siswa-siswa Sekolah Rakyat sekarang jauh lebih bugar, lebih sehat, lebih disiplin, lebih percaya diri dan yakin terhadap masa depannya,"
Selain itu, masukan dari orang tua menunjukkan perubahan perilaku di rumah. Banyak anak dilaporkan lebih tenang, aktif membantu keluarga, dan lebih rajin beribadah.
Cakupan program dan rencana operasional
Kementerian Sosial mencatat jumlah calon siswa yang telah dijangkau hingga awal Juni 2026 mencapai lebih dari 42.000 anak. Angka ini melampaui kapasitas awal yang disiapkan pemerintah, yaitu 32.640 kursi.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Calon siswa terjangkau (per Juni 2026) | >42.000 |
| Kapasitas awal | 32.640 kursi |
| Sekolah permanen yang disiapkan (2026/2027) | 93 |
| Sekolah ditargetkan rampung pada Juni 2026 | 69 |
Rencana pemerintah adalah mengoperasikan 93 Sekolah Rakyat permanen pada tahun ajaran 2026/2027. Dari jumlah tersebut, 69 sekolah ditargetkan rampung pada Juni 2026, sedangkan sisanya beroperasi sebagai sekolah fungsional dengan fasilitas utama untuk pembelajaran dan asrama.
Open House dan harapan publik
Kemensos membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung aktivitas pembelajaran melalui kegiatan Open House. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
"Kami mengundang tokoh nasional, penggiat pendidikan, organisasi masyarakat, pemuda, dan aktivis perempuan untuk melihat secara langsung kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat,"
Lewat kegiatan ini, pemerintah berharap publik dapat lebih mengenal proses pembelajaran dan memperkuat dukungan terhadap upaya peningkatan akses pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Dengan capaian awal itu, pemerintah akan terus memantau kualitas pembelajaran dan kesiapan operasional sekolah permanen untuk memastikan manfaat program menjangkau lebih banyak anak.
Berita Terkait
DPR: Pengabdian Eks KSAL Achmad Sutjipto Layak Jadi Teladan
Mantan KSAL Laksamana (Purn) Achmad Sutjipto wafat 18 Juni 2026; DPR memuji pengabdiannya dan menilai layak...
Mensos Targetkan Sekolah Rakyat Tampung 400 Ribu Siswa pada 2029
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan Sekolah Rakyat menampung lebih dari 400.000 siswa pada 2029, dari 45.000...
Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Jadi Tiga, Ribuan Terdampak
Tiga orang tewas dan 6.412 jiwa terdampak gempa magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026; ribuan r...
Kementerian PU: Jembatan Palu 1 dan 4 Aman Setelah Gempa
Kementerian PU memastikan Jembatan Palu 1 dan 4 aman dipakai setelah gempa 16 Juni 2026; tidak ditemukan ker...
Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah: Fakta, Dampak, dan Mitigasi
Gempa M6,7 mengguncang Sulawesi Tengah 16 Juni 2026; tak berpotensi tsunami namun menimbulkan kerusakan, pul...
Regenerasi Kepemimpinan TNI Diperkuat Lewat Sertijab Strategis
TNI melaksanakan sertijab strategis di Mabes TNI, Cilangkap pada 17 Juni 2026 sebagai bagian dari regenerasi...