Ekonomi

OJK: Pembiayaan Rumah Tangga Meningkat, Waspadai Risiko NPF

Bagikan:
Grafik pertumbuhan pembiayaan multifinance dan kenaikan NPF hingga April 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kenaikan signifikan pembiayaan kepada sektor rumah tangga hingga April 2026, di tengah tekanan daya beli masyarakat. Kenaikan itu didorong oleh pertumbuhan layanan Buy Now Pay Later (BNPL), namun OJK juga mengingatkan meningkatnya rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang perlu diwaspadai industri multifinance.

Data pembiayaan multifinance hingga April 2026

Berdasarkan data OJK, total piutang pembiayaan industri multifinance mencapai Rp514,65 triliun hingga April 2026, tumbuh 2,08 persen secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,61 persen pada bulan sebelumnya.

Indikator Nilai Perbandingan YoY
Total piutang multifinance (Apr 2026) Rp514,65 triliun +2,08%
Pembiayaan sektor rumah tangga Kontributor terbesar +28,16%
BNPL (Apr 2026) Rp12,93 triliun +56,92%
Rasio NPF (Des 2025) 2,51%
Rasio NPF (Apr 2026) 2,89% Naik

Dorongan BNPL dan pembiayaan konsumtif

Sektor rumah tangga mencatat pertumbuhan paling tinggi, naik 28,16 persen year-on-year. Salah satu pendorong utama adalah ekspansi produk BNPL yang tumbuh 56,92 persen menjadi Rp12,93 triliun hingga April 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, menjelaskan kebutuhan masyarakat masih besar untuk pembiayaan konsumtif dan multiguna.

"Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh masih tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat. Termasuk untuk berbagai kebutuhan konsumsi dan pembiayaan multiguna,"

Kenaikan risiko NPF dan dampaknya

OJK mencatat rasio non-performing financing meningkat dari 2,51 persen pada Desember 2025 menjadi 2,89 persen pada April 2026. Kenaikan ini menandakan penurunan kualitas portofolio pembiayaan yang perlu mendapat perhatian.

Tekanan diperkirakan bertambah setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen pada Mei 2026. Kenaikan suku bunga berpotensi memperberat kemampuan debitur memenuhi kewajiban pembayaran.

Imbauan OJK dan langkah yang disarankan

Untuk menjaga kesehatan industri, OJK meminta perusahaan multifinance memperkuat manajemen risiko. Rekomendasi meliputi peningkatan kualitas analisis kredit, pengetatan proses seleksi debitur, serta pengawasan portofolio yang lebih ketat.

OJK juga mendorong penerapan strategi mitigasi risiko yang proaktif. Langkah ini dinilai penting agar pertumbuhan pembiayaan yang kuat tidak diikuti oleh lonjakan kredit bermasalah secara signifikan.

Industri multifinance diharapkan menyeimbangkan ekspansi produk konsumtif dengan disiplin kredit yang lebih ketat guna menjaga stabilitas sektor ke depan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait