Ekonomi

Kontribusi Pajak KAI Group Capai Rp6,98 Triliun pada 2025

Bagikan:
Ilustrasi kereta api di stasiun mewakili kontribusi pajak KAI Group

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan kontribusi pajak sebesar Rp6,98 triliun untuk periode 2025, naik 66,05% dibandingkan 2024. Data itu dirilis pada Minggu, 26 Juli 2026, dan menunjukkan KAI sebagai entitas induk menyetorkan Rp6,19 triliun, sedangkan seluruh anak usaha menyumbang Rp795,89 miliar.

Rincian setoran pajak

Perusahaan merinci bahwa penerimaan negara dari KAI Group berasal dari beberapa jenis pungutan. Kontribusi utama adalah Pajak Penghasilan (PPh) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Jenis Pajak Nilai
Pajak Penghasilan (PPh) Rp3,05 triliun
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp2,27 triliun
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Rp1,47 triliun
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp113,96 miliar
Pajak Restoran Rp28,66 miliar
Pajak Hotel Rp456,90 juta
Pajak Daerah Lainnya Rp47,84 miliar

Kontribusi anak usaha dan pajak daerah

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menjelaskan bahwa anak perusahaan berkontribusi pada penerimaan pajak daerah melalui sektor restoran, hotel, dan pungutan lokal lainnya. Menurutnya, semua setoran tersebut disalurkan ke kas negara dan daerah untuk mendanai pelayanan publik.

"Di balik perjalanan pelanggan, distribusi barang, aktivitas usaha di stasiun, dan berbagai layanan KAI Group, terdapat nilai ekonomi yang ikut menghasilkan penerimaan bagi negara. Kontribusi tersebut selanjutnya dikelola pemerintah untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan," ujar Anne.

Peran pekerja dan dampak ekonomi

Anne menekankan bahwa angka kontribusi mencerminkan aktivitas ekonomi yang digerakkan pekerja, pelanggan, dan mitra usaha. Ia menyatakan bahwa administrasi perpajakan pekerja dijalankan perusahaan tanpa memisahkan nilai PPh pekerja secara terpisah.

"Di balik kontribusi Rp6,98 triliun tersebut terdapat aktivitas ekonomi yang digerakkan oleh para pekerja, pelanggan, mitra usaha, dan seluruh entitas KAI Group. Setiap bagian memiliki peran dalam membentuk nilai yang kemudian menjadi penerimaan bagi negara dan daerah," kata Anne.

Kepatuhan, tata kelola, dan prospek

KAI menyatakan tidak menerima peringatan atau sanksi signifikan sampai 31 Desember 2025. Executive Vice President Corporate Secretary Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga kinerja, keberlanjutan layanan, dan kesejahteraan pekerja seiring meningkatnya kontribusi fiskal.

"Kereta api membawa jutaan cerita perjalanan. Dari aktivitas tersebut lahir pekerjaan, kesempatan usaha, penghasilan keluarga, serta kontribusi yang kembali kepada negara. KAI akan terus menjaga kinerja dan tata kelola agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat," kata Wisnu Pramudya.

Peningkatan kontribusi pajak KAI Group pada 2025 memberi sinyal pada penguatan kinerja industri kereta api serta dampak ekonomi yang lebih luas. Dana yang dikumpulkan menjadi bagian dari kapasitas fiskal pemerintah untuk pelayanan publik dan pembangunan ke depan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait