Bapanas–Kemendag Perkuat Pengawasan Pangan Segar Nasional
Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menandatangani kerja sama keamanan pangan pada 8 Juni 2026 di Jakarta. Kesepakatan ini dibuat bertepatan dengan peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia untuk memperkuat pengawasan pangan segar nasional. Tujuan utama adalah menjamin keamanan, mutu, dan kelancaran perdagangan pangan melalui pertukaran data, pengendalian hambatan teknis, serta penguatan jejaring laboratorium.
Ruang lingkup kerja sama
Perjanjian mencakup beberapa area inti yang akan dijalankan bersama. Pertama, pertukaran data dan informasi pangan antarinstansi untuk mempercepat respon pengawasan. Kedua, pengendalian hambatan teknis perdagangan yang mengganggu arus komoditas pangan segar. Ketiga, penguatan sistem penjaminan keamanan dan mutu serta jejaring laboratorium pengujian.
- Pertukaran data dan informasi pangan
- Pengendalian hambatan teknis perdagangan pangan
- Penguatan penjaminan keamanan dan mutu pangan
- Perkuatan jejaring laboratorium pengujian
Pernyataan pejabat dan momentum
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menilai langkah ini sebagai respons nyata terhadap tantangan global keamanan pangan. Ia menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi untuk melindungi konsumen dan menjaga kualitas produk nasional.
Keamanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Kita ingin memperkuat sinergi antarinstansi,
Tujuannya memastikan pangan aman dan sehat sekaligus memenuhi ketentuan yang berlaku,
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Moga Simatupang, menambahkan bahwa keamanan pangan juga memengaruhi daya saing produk Indonesia. Ia menyambut kerja sama ini sebagai upaya bersama memperkuat pengawasan dan mutu.
Keamanan pangan sangat penting bagi kesehatan masyarakat dan menentukan daya saing produk Indonesia,
Capaiam dan penguatan kapasitas
Sejak pembentukan pada 2021, Bapanas mencatat sejumlah capaian pengawasan dan pengujian. Hingga 2025, Bapanas menilai 34 otoritas kompeten tingkat provinsi dan 221 otoritas tingkat kabupaten/kota. Selain itu, 1.134 petugas pengawas telah mendapat pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas pengawasan.
- 34 otoritas provinsi dinilai
- 221 otoritas kabupaten/kota dinilai
- 1.134 petugas pengawas dilatih
- 25.912 sertifikasi dan registrasi pangan segar terbit (2023–2025)
- 62.171 sampel pangan segar diuji
Berdasarkan Indeks Keamanan Pangan Segar, capaian nasional 2025 mencapai 61,1, melampaui target nasional sebesar 60. Hasil pengawasan menunjukkan sekitar 90 persen pangan segar memenuhi persyaratan keamanan, yang menjadi modal memperkuat budaya keamanan pangan di masyarakat.
Implikasi dan langkah ke depan
Kerja sama ini dimaksudkan untuk memperkuat tata kelola dan memastikan produk pangan Indonesia aman serta kompetitif. Ke depan, kedua pihak akan mengintensifkan pertukaran informasi, memperkuat laboratorium, dan meningkatkan edukasi publik. Kolaborasi lintas sektor tetap dibutuhkan untuk menghadapi tantangan keamanan pangan global.
Penandatanganan pada momentum Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026 menjadi sinyal bahwa pemerintah mendorong tindakan bersinergi untuk mewujudkan pangan yang aman dan sehat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Al Azhar Memorial Garden: Pendampingan Keluarga untuk Pemakaman Islami
AMG menegaskan layanan pemakaman berpedoman syariat Islam dan pendampingan 24 jam bagi keluarga berduka saat...
Tips Memulai Bisnis Oriflame untuk Pemula: Cara Praktis dan Fleksibel
Younita Christian Berek berbagi tips memulai bisnis Oriflame: pahami produk, promosikan fleksibel, dan jaga...
Kepercayaan Pelanggan Jadi Modal Utama dalam Bisnis Oriflame
Pelayanan baik, komunikasi terbuka, dan pengalaman pribadi jadi modal utama membangun kepercayaan pelanggan...
Anak SD Kunjungi PLTP Lumut Balai: Belajar Energi Bersih
Puluhan siswa SD mengunjungi PLTP Lumut Balai 24 Juli 2026 untuk belajar energi panas bumi, integritas, dan...
Pengguna KAI Logistik Meningkat, Volume Barang Capai 32,5 Juta Ton
Pengguna KAI Logistik meningkat; volume barang mencapai 32,5 juta ton pada Semester I 2026, disertai upaya e...
Penerimaan Pajak NTT Tembus Rp1,135 Triliun hingga Juni 2026
Realisasi pajak NTT capai Rp1,135 triliun per 30 Juni 2026; PPN dalam negeri jadi penyumbang terbesar dan ke...