Politik

Novita Hardini Ajak Gen Z Hidupkan Marhaenisme

Bagikan:
Novita Hardini memberi sambutan di Soekarno Talk-In, Wisma Perjuangan Magetan, 28 Juni 2026

Magetan — Novita Hardini mengajak generasi muda untuk menghidupkan kembali Marhaenisme melalui tindakan nyata. Pernyataan itu disampaikan saat acara Soekarno Talk-In bertema “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z” di Wisma Perjuangan Magetan, Minggu (28/6/2026).

Perjalanan Novita dari rumah tangga ke parlemen

Novita menceritakan latar belakangnya sebagai perempuan yang tumbuh dari keluarga sederhana. Ia mengurus rumah tangga, merawat anak, dan menyaksikan berbagai persoalan sosial, khususnya yang dialami perempuan.

Pengalaman itu yang kemudian mendorongnya terjun ke ruang publik dan politik. Kini ia dipercaya menjadi anggota DPR RI dan membawa aspirasi rakyat ke tingkat legislasi.

"Saya berdiri di sini sebagai seorang ibu dan perempuan yang bertumbuh dari kehidupan sederhana. Perjalanan itu membawa saya ke ruang perjuangan dan kebijakan publik, namun kompas yang selalu saya pegang adalah keberanian Bung Karno dan keteguhan hati Ibu Megawati Soekarnoputri,"

Marhaenisme relevan di era digital

Menurut Novita, pemikiran Bung Karno tetap relevan di tengah transformasi digital. Ia menilai makna Marhaenisme kini berkembang menjadi gerakan perubahan baru, bukan sekadar label kaum tertindas.

Novita yang baru menerima penghargaan Young Leader In Public & Social Impact pada Indonesia Leading Women Award 2026 menegaskan bahwa semangat itu harus diwujudkan dalam aksi nyata.

"Marhaenisme hari ini adalah keberanian untuk berpihak. Tidak hanya menjadi penonton sejarah bangsanya sendiri, tetapi berani menjadi bagian dari sejarah itu. Tidak hanya mengeluh di media sosial, tetapi ikut mengambil peran menciptakan perubahan,"

Pesan untuk Gen Z: jadi "the new revolutionary"

Novita mengajak generasi Z untuk menjadi "the new revolutionary" yang mampu menghadirkan solusi atas tantangan bangsa. Ia menekankan pentingnya inovasi, aksi sosial, dan keberanian mengambil tanggung jawab demi kesejahteraan rakyat.

Dalam sambutannya, Novita berharap Soekarno Talk-In menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang aktif dalam politik dan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa warisan Bung Karno adalah semangat, bukan kultus pribadi.

"Bung Karno tidak pernah meminta kita menyembah abunya, tetapi mewarisi apinya. Kini saatnya Gen Z melanjutkan api perjuangan itu untuk masa depan Indonesia," tuturnya.

Implikasi dan prospek

Pernyataan Novita membuka ruang diskusi tentang peran perempuan dan kaum muda dalam formulasi kebijakan. Jika diresapi, pesan itu dapat mendorong partisipasi politik yang lebih konkret dari generasi muda.

Ke depan, perhatian terhadap pendidikan perempuan, akses ekonomi, dan ruang partisipasi politik diperkirakan menjadi fokus agar semangat Marhaenisme dapat terwujud dalam kebijakan konkret.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait