Nelayan Hilang di Idi Cut, Pencarian Masuk Hari Ke-4
Aceh Timur — Pencarian nelayan bernama Abdul Mutalib, 60, terus dilanjutkan memasuki hari keempat pada Minggu (1/11). Korban dilaporkan hilang sejak Rabu (28/10) di perairan Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, setelah jatuh ke laut usai memperbaiki kemudi perahu sekitar tiga mil dari bibir pantai.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula ketika Abdul Mutalib dan seorang anak buah kapal (ABK), Sawalludin, 25, melaut menggunakan boat sampan untuk mencari ikan. Saat kembali ke Peudawa, perahu mereka mengalami kerusakan pada bagian kemudi.
Menurut keterangan petugas, korban menyelam untuk memperbaiki kemudi dan sempat berhasil. Namun saat hendak naik kembali, gelombang besar dan angin kencang menghantam perahu sehingga korban terjatuh ke laut.
"Setelah berhasil memperbaiki kemudi, korban hendak naik kembali ke boat. Namun, ombak dan angin kencang menghantam perahu hingga korban terjatuh ke laut," ujar AKP Ade Candra.
Upaya Penyelamatan dan Kondisi ABK
Sawalludin sempat mencoba menolong Abdul Mutalib. Namun arus kuat dan angin membuat perahu mereka hanyut menjauh. Demi keselamatan, korban akhirnya melepaskan pegangan agar rekannya bisa selamat.
Sawalludin berhasil berenang menuju pantai di kawasan Alue Dua Muka O, Kecamatan Idi Rayeuk, dan tiba sekitar pukul 01.00 dini hari. Hingga laporan ini dibuat, Abdul Mutalib belum ditemukan.
"Pencarian terus kami lakukan bersama unsur terkait. Kami berharap korban segera ditemukan dan meminta masyarakat, khususnya para nelayan, turut memberikan informasi apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban di sekitar perairan Idi Cut," kata AKP Ade Candra.
Koordinasi dan Langkah Pencarian
Operasi pencarian melibatkan Satpolairud Polres Aceh Timur, TNI AL, dan tim SAR setempat. Pencarian difokuskan di wilayah hukum Polres Aceh Timur, terutama sekitar lokasi kejadian dan jalur arus yang mungkin membawa korban.
Imbauan Keselamatan bagi Nelayan
Petugas kembali mengimbau para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan sebelum melaut. Peringatan ini ditekankan mengingat kondisi cuaca dan gelombang yang dapat berubah cepat di Selat Malaka.
"Jangan memaksakan diri melaut ketika cuaca tidak bersahabat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pastikan kondisi perahu layak digunakan dan alat keselamatan tersedia agar risiko kecelakaan di laut dapat diminimalkan," ujar AKP Ade Candra.
Petugas meminta masyarakat memberikan informasi bila menemukan tanda-tanda atau barang bukti yang diduga milik korban di sekitar perairan. Pencarian akan terus dilanjutkan sampai ada hasil konklusif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sanipoda Bawa Tari Tapanuli ke Dua Festival Internasional di Turki
Sanipoda dan Ana Syafitri tampil di dua festival budaya di Turki, hasil pembinaan PT Agincourt Resources sej...
Polres Tapteng Tangkap Pelaku Curanmor, Motor Honda Beat Disita
Polres Tapanuli Tengah menangkap MS (30) di Desa Bukit Patupang dan menemukan Honda Beat korban; kerugian di...
Green Policing: Kapolres Tanam Pohon Produktif di SMA Simpang Ulim
Kapolres Aceh Timur pimpin aksi Green Policing dengan menanam mangga, jeruk, kelengkeng, dan alpukat di SMA...
Polres Sibolga Tangkap Pelaku Curanmor, Motor Dijual Rp1,2 Juta
Polres Sibolga menangkap R (35) pelaku curanmor yang mencuri Honda Supra X 125 dan menjualnya seharga Rp1,2...
Polres Aceh Timur Bongkar Kebun Ganja di Kebun Cabai Peureulak
Polres Aceh Timur menangkap AA dan menyita 23 batang ganja yang ditanam di sela kebun cabai di Peureulak pad...
Polres Aceh Timur Dukung Kegiatan BKPRMI di Masjid
Kapolres Aceh Timur menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan BKPRMI seperti FASI, bersih masjid, Safari R...