Nasional

Prabowo: Negara Harus Hadir di Daerah Terpencil

Bagikan:

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara wajib hadir bagi masyarakat di daerah terpencil lewat pembangunan infrastruktur dasar. Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan pembangunan ribuan jembatan dan sumber air bersih yang dibangun TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Peresmian proyek dan pesan utama

Acara peresmian menekankan tujuan pembangunan yang menjangkau wilayah paling jauh dari pusat kehidupan. Presiden menilai proyek itu bukan sekadar simbol, melainkan upaya konkret meningkatkan kualitas hidup warga.

"Mungkin kita bisa melakukan proyek-proyek yang lebih gemilang, ya, kita butuh investasi besar-besaran. Tapi kita baru mengerti dan kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil,"

Menurutnya, akar kebijakan pembangunan harus memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat di setiap wilayah, termasuk yang jauh dari pusat transportasi dan layanan publik.

Manfaat langsung bagi masyarakat

Presiden menyoroti manfaat praktis jembatan dan fasilitas air bersih bagi masyarakat. Infrastruktur itu membantu mengatasi persoalan mobilitas dan kekurangan akses air minum.

  • Jembatan memperpendek waktu perjalanan, meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan.
  • Sumber air bersih mengurangi kesulitan memperoleh air yang aman untuk konsumsi sehari-hari.

"Saudara-saudara telah membantu rakyat kita, mengatasi kesulitan mereka. Yang tadinya berjalan berjam-jam, sekarang lebih mudah untuk mereka,"

Peran TNI dan Polri dalam pembangunan

Presiden memberi apresiasi kepada personel TNI dan Polri yang terlibat langsung dalam proyek tersebut. Ia menyebut karya ini sebagai bukti pengabdian nyata kepada rakyat.

"Ini bukti bahwa sungguh-sungguh TNI adalah tentara rakyat dan Polri sungguh-sungguh adalah polisi rakyat. Ini yang harus kita ingat selalu,"

Selain aspek teknis, keterlibatan institusi keamanan menunjukkan pendekatan pembangunan yang menggabungkan pelayanan dan pengabdian sipil.

Implikasi kebijakan dan langkah ke depan

Presiden mengingatkan bahwa pembangunan nasional tidak boleh hanya fokus pada proyek besar dan megah. Proyek kecil tetapi berdampak langsung pada kehidupan warga harus tetap menjadi prioritas.

Pesan ini membuka ruang kebijakan yang menyeimbangkan antara investasi besar dan pemenuhan kebutuhan dasar di daerah terpencil. Ke depan, pembangunan seperti jembatan dan sumber air bersih diharapkan terus meningkat sebagai bagian dari pemerataan layanan publik.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait