Nasional

APDI: Industri Kreator Buka Peluang Ekonomi saat Lapangan Kerja Terbatas

Bagikan:
Arif Ilham Adnan berbicara pada peluncuran Transformasi Kreator Indonesia di gedung RRI, Jakarta

Co-Chairman Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia (APDI), Arif Ilham Adnan, menyatakan industri kreator bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di tengah keterbatasan lapangan kerja. Pernyataan itu disampaikan pada peluncuran Transformasi Kreator Indonesia di gedung RRI, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.

Arif menyorot besarnya kontribusi ekonomi digital terhadap perekonomian nasional. Dari total nilai ekonomi Indonesia sekitar 1,5 triliun dolar AS, sekitar satu persen atau 150 miliar dolar AS sekarang berasal dari ekonomi digital.

Potensi ekonomi kreator

Menurut Arif, posisi content creator berada di pusat pertumbuhan ekonomi digital. Nilai yang dihasilkan kreator, kata dia, meningkat tajam dibandingkan satu dekade lalu.

"Di sanalah sebenarnya content creator berada, jadi memang value-nya besar sekali,"

Industri kreator dinilai mampu menyerap tenaga kerja yang belum terserap oleh pertumbuhan ekonomi konvensional. Kreator dapat berkarya sembari menyediakan jasa konten untuk perusahaan, membantu promosi dan menjaga reputasi merek.

  • Menyediakan konten pemasaran dan kampanye produk;
  • Mendukung manajemen reputasi perusahaan;
  • Membuka lapangan kerja baru bagi talenta lokal.

Peran tata kelola dan pelatihan

Arif menekankan pentingnya tata kelola yang baik untuk memaksimalkan potensi industri kreator. APDI, menurutnya, telah membentuk struktur asosiasi untuk melakukan advokasi dan menyetarakan kompetensi kreator.

"Kita sudah punya asosiasi kreator konten di Indonesia untuk melakukan advokasi dan memberikan penyeragaman kualitas kompetensi para kreator konten ini,"

Selain itu, Arif mendorong pelatihan agar kreator memahami teknik pembuatan konten serta nilai sosial dan ekonomi yang dibawanya.

"Jadi para kreator konten tidak hanya make money. Tapi juga make a good thing for this nation,"

Peran pemerintah dan lembaga publik

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, mengatakan gotong royong dan political will diperlukan untuk memastikan industri kreatif dapat bertahan. Ia juga menyorot pentingnya konektivitas dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk memperluas akses di daerah.

"Harus gotong royong, kata kuncinya di situ, gotong royong untuk memastikan bahwa industri kreatif dan kebudayaan itu bisa hidup,"

Sara menambahkan bahwa lembaga penyiaran publik seperti RRI dan TVRI perlu berperan sebagai penyeimbang di ruang publik. Keberadaan konten kreator yang tak terfilter kadang memicu kegaduhan, sehingga peran penyeimbang penting untuk menjaga kebebasan berekspresi sekaligus tanggung jawab publik.

Prospek dan tantangan ke depan

Secara keseluruhan, narasi dari acara itu menegaskan bahwa industri kreator berpotensi menjadi solusi atas keterbatasan lapangan kerja, asalkan didukung tata kelola, pelatihan, dan sinergi lintas pemangku kepentingan. Implementasi kebijakan, investasi pelatihan, serta peran lembaga publik disebut kunci untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dan sosial dari perkembangan industri kreator.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait