Politik

Rita Haryati Tekankan Persatuan dalam Napak Tilas Ngunut–Parang Magetan

Bagikan:
Peserta napak tilas Ngunut–Parang menempuh rute 15 km di Magetan

Magetan — Anggota Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati, meminta warga menjaga semangat persatuan dan gotong royong saat mengikuti napak tilas Ngunut–Parang, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-351 untuk mengenang pemindahan pusat pemerintahan pada masa 1948–1951.

Rangkaian acara dan partisipasi

Napak tilas diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, masyarakat umum, instansi, dan organisasi perangkat daerah. Panitia mencatat total 404 regu dan peserta yang ambil bagian dalam kegiatan.

  • 27 regu tingkat SMP
  • 30 regu tingkat SMA
  • 123 regu kategori umum, instansi, dan OPD
  • 224 peserta perorangan

Rute menempuh jarak sekitar 15 kilometer, sehingga kondisi fisik menjadi perhatian utama. Meski cuaca terik, antusiasme peserta tetap tinggi sepanjang jalur menuju garis finis.

"Semangat persatuan dan gotong royong harus terus kita jaga sebagai warisan berharga."

Makna sejarah Ngunut–Parang

Selain sebagai kegiatan fisik, napak tilas mengajak peserta menelusuri fase penting sejarah pemerintahan Magetan. Pada 1948–1951, pusat pemerintahan kabupaten dipindahkan ke Desa Ngunut, Kecamatan Parang untuk menjaga kelangsungan administrasi dalam situasi perjuangan.

Langkah itu dianggap strategis agar tidak terjadi kekosongan kekuasaan dan pemerintahan tetap berjalan selama masa transisi. Kegiatan hari ini diharapkan mengingatkan generasi muda akan upaya para pendahulu menjaga daerah.

"Napak tilas ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Magetan hari ini tidak lepas dari jasa para pendiri dan tokoh terdahulu," kata Rita.

Pesan kesehatan dan harapan ke depan

Rita juga menekankan pentingnya menjaga stamina dan kesehatan selama acara, terutama saat cuaca panas. Ia mengimbau panitia dan peserta untuk menyiapkan fasilitas pendukung, seperti pos kesehatan dan air minum, agar kegiatan berlangsung tertib dan aman.

Menurutnya, mengenang sejarah tidak cukup sebatas kenangan. Nilai persatuan, gotong royong, dan perjuangan harus menjadi inspirasi yang aktif dalam pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, Rita berharap semangat masa lalu dapat mendorong warga memperkuat kebersamaan dan terus berkontribusi membangun Kabupaten Magetan.

Peserta napak tilas Ngunut–Parang menempuh rute sekitar 15 kilometer di Magetan
Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait