Nanik Sudaryati Deyang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
Nanik Sudaryati Deyang resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026 di Istana Kepresidenan Jakarta. Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 dan menandai pergantian posisi dari Dadan Hindayana.
Pelantikan dan dasar keputusan
Upacara pelantikan berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026. Presiden secara resmi menyerahkan tugas kepemimpinan BGN kepada Nanik. Keputusan Presiden yang menetapkan pengangkatan tercatat sebagai dasar hukum perubahan tersebut.
Karier dan pengalaman
Nanik lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia memulai karier sebagai wartawan dan berkiprah di sejumlah media nasional setelah berawal di Tabloid Bangkit. Pengalaman jurnalistiknya berkembang hingga menduduki posisi manajerial di beberapa media.
- Pemimpin umum majalah Femme
- Direktur utama tabloid Info Kecantikan
- Komisaris di beberapa perusahaan media
Perjalanan panjang di dunia pers membuatnya terlibat aktif pada isu sosial, ekonomi, dan politik. Ia juga berpartisipasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Jabatan publik dan keterlibatan politik
Nanik mulai mendapat sorotan publik saat bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur.
Setelah kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024, Nanik dipercaya memegang sejumlah posisi pemerintahan. Ia dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan untuk periode 2024–2029.
Pada Juni 2025, Nanik ditunjuk sebagai komisaris independen PT Pertamina (Persero), lalu pada 17 September 2025 ia diangkat menjadi Wakil Kepala BGN. Pengalaman ini menempatkannya dekat dengan program-program peningkatan gizi masyarakat.
Prioritas program dan tugas baru
Sebagai Kepala BGN yang baru, Nanik akan memimpin pelaksanaan berbagai program strategis di bidang gizi nasional. Salah satu fokus utama adalah penguatan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi prioritas pemerintah.
Dengan latar belakang komunikasi publik dan pengalaman di lembaga pengentasan kemiskinan, ia diharapkan mampu meningkatkan efektivitas tata kelola program gizi. Pemerintah menaruh harapan agar BGN mampu memperbaiki kualitas gizi anak dan masyarakat luas.
Penutup
Pelantikan Nanik menandai babak baru kepemimpinan BGN di tengah upaya memperkuat kebijakan gizi nasional. Keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada koordinasi antar-kementerian, pelibatan daerah, dan implementasi program di lapangan.
Berita Terkait
Prabowo Lantik Pimpinan BGN dan Penasihat Said Iqbal
Presiden Prabowo melantik pimpinan BGN dan Said Iqbal sebagai Penasihat Ketenagakerjaan pada 8 Juni 2026 di...
Pemerintah Pulihkan 9.931 Hektare Sawah di Sumatra
Pemerintah merehabilitasi 9.931 hektare sawah di Sumatra dengan dukungan anggaran dan rencana induk untuk me...
Menekraf Dorong Industri Imersif Lokal Jadi Destinasi Ekonomi
Menekraf kunjungi Wonderlab (8 Juni 2026) dan dorong industri imersif lokal jadi sumber ekonomi serta manfaa...
Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Buruh Tetap Bisa Demo
Said Iqbal dilantik Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan memastikan buruh tetap boleh demo a...
BGN Evaluasi 27.877 Dapur SPPG, Pendaftaran Baru Dihentikan
BGN akan evaluasi 27.877 dapur SPPG dan menghentikan sementara pendaftaran baru untuk menata distribusi laya...
Usai Dilantik, Nanik Pastikan Efisiensi Anggaran dan Perluasan MBG
Usai dilantik, Nanik pastikan efisiensi anggaran MBG dan perluasan jangkauan ke wilayah 3T melalui peran wak...