Ekonomi

Visa dan MRT Jakarta Resmikan Stasiun MRT Blok A

Bagikan:
Stasiun MRT Blok A ditandai kerja sama dengan Visa untuk pembayaran nirsentuh

Visa dan PT MRT Jakarta secara resmi membuka Stasiun MRT Blok A sebagai bagian dari perluasan akses pembayaran nirsentuh berbasis standar global. Peresmian ini melanjutkan kerja sama strategis kedua pihak untuk memudahkan pembayaran perjalanan publik di Jakarta.

Peresmian dan tujuan

Peluncuran Stasiun MRT Blok A hadir setelah penerapan penerimaan kartu kredit Visa dan kartu berbasis EMV di jaringan MRT Jakarta. Inisiatif ini memberi pengguna pilihan pembayaran tambahan yang lebih cepat dan praktis.

Tujuannya untuk mengurangi hambatan di pintu masuk stasiun dan memperlancar arus penumpang, terutama di titik-titik mobilitas tinggi seperti Blok A yang menjadi pusat hunian, perkantoran, dan aktivitas ekonomi.

Data pengguna dan dampak operasional

PT MRT Jakarta mencatat sekitar 4,5 juta pelanggan menggunakan layanan sepanjang Juni 2026, dengan rata-rata 150.302 pelanggan per hari. Angka ini menegaskan kebutuhan solusi pembayaran yang cepat dan andal.

Visa mengutip riset dari Visa Economic Empowerment Institute bahwa metode pembayaran nirsentuh membantu warga kota besar menghindari antrean tiket. Dampaknya adalah kelancaran perjalanan dan peningkatan efisiensi operasional di stasiun.

Kutipan pihak terkait

"Pembayaran open-loop atau pembayaran langsung dengan kartu berstandar global tanpa tiket atau kartu khusus menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern karena membuat transportasi publik menjadi lebih mudah diakses," ujar Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari.

"Dan memberikan pengalaman yang lebih nyaman dalam menggunakan transportasi publik. Studi Global Urban Mobility Visa menunjukkan bahwa tiga dari lima responden akan lebih sering menggunakan transportasi umum jika tersedia pengalaman pembayaran yang mudah dan terintegrasi di berbagai moda."

"Kerja sama antara MRT Jakarta dan Visa ini menambah jumlah stasiun di fase 1 lintas utara-selatan yang telah dilengkapi dengan program hak penamaan, yaitu 11 stasiun. MRT Jakarta menjadi pionir dalam menerapkan pendekatan bisnis ini sebagai salah satu inovasi kemitraan antara sektor publik dan swasta," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat.

"Kami berharap agar kolaborasi kali ini menjadi awal dari berbagai inovasi lainnya yang akan memperkuat ekosistem transportasi publik di Jakarta menjadi lebih modern, inklusif, dan berorientasi kepada pelanggan," tambahnya.

Dampak terhadap pariwisata dan prospek ke depan

Kehadiran opsi pembayaran Visa juga memberi kenyamanan bagi wisatawan mancanegara yang sudah familiar menggunakan kartu Visa saat berkunjung ke Jakarta. Hal ini mendukung target pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan memperkuat citra Jakarta sebagai kota global.

Inisiatif ini sejalan dengan agenda transformasi pembayaran digital nasional. Akses pembayaran nirsentuh yang aman dan praktis diharapkan memperkuat kesiapan Jakarta menuju visi menjadi salah satu 50 Kota Global Terbaik pada 2030.

Dengan implementasi yang kini mencakup Stasiun Blok A, kolaborasi antara MRT Jakarta dan Visa menandai langkah konkret modernisasi layanan transportasi publik yang berfokus pada kemudahan pengguna.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait