Politik

Blitar: Lomba Mewarnai 'Api Semangat Bung Karno' untuk Anak

Bagikan:
Anak mengikuti lomba mewarnai tema Api Semangat Bung Karno di Gasebo Makam Bung Karno, Blitar

BLITAR — DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar lomba mewarnai bertema Warna-Warni Api Semangat Bung Karno pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Plataran Gasebo Makam Bung Karno, Kecamatan Kepanjen Kidul, dan diikuti anak-anak tingkat TK hingga kelas II SD. Tujuan utama acara adalah mengenalkan nilai perjuangan, nasionalisme, dan cinta tanah air sejak usia dini.

Lomba dan peserta

Acara diselenggarakan oleh PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kepanjen Kidul. Peserta berasal dari wilayah Kecamatan Kepanjen Kidul dan menunjukkan antusiasme tinggi. Suasana lomba meriah karena anak-anak menuangkan kreativitas mereka ke dalam gambar yang telah disiapkan panitia.

Pesan penyelenggara

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira, menyatakan kegiatan ini bagian dari upaya edukasi di Bulan Bung Karno. Menurutnya, memperkenalkan figur Proklamator melalui metode kreatif lebih mudah diterima anak-anak ketimbang penyampaian formal.

“Mereka adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, kami ingin memperkenalkan Bung Karno sejak dini agar anak-anak mengenal nilai perjuangan, nasionalisme, dan semangat mencintai tanah air yang diwariskan beliau,”

Yudi menegaskan pendekatan ini diharapkan membantu pembentukan karakter generasi muda. Ia menambahkan bahwa metode edukatif dan menyenangkan sejalan dengan komitmen partainya untuk menanamkan nilai kebangsaan.

Hadiah dan rangkaian kegiatan

Panitia menyiapkan berbagai bentuk apresiasi bagi pemenang. Hadiah dirancang untuk memberi motivasi sekaligus mengapresiasi kreativitas peserta.

  • Uang pembinaan
  • Trofi
  • Sertifikat
  • Berbagai doorprize untuk peserta

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang melibatkan masyarakat secara langsung. Penyelenggara menekankan pentingnya pendekatan ramah anak untuk menjangkau generasi muda.

Implikasi ke depan

Program semacam ini diharapkan dapat menjadi model edukasi lokal yang menggabungkan nilai sejarah dengan aktivitas kreatif. Ke depan, kegiatan serupa berpotensi diperluas ke sekolah-sekolah lain untuk mendorong pemahaman kebangsaan sejak usia dini.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait